detikcom

Minggu, 17/01/2010 12:17 WIB

Gempa Haiti

Jenazah Kepala Misi PBB Hedi Annabi Ditemukan video foto

Nurul Hidayati - detikNews
Jakarta - Kepala Misi PBB di Haiti, Hedi Annabi, dipastikan tewas dalam gempa dahsyat pada Selasa (12/1/2010), setelah jenazahnya berhasil ditemukan. Annabi adalah seorang warga Tunisia berusia 65 tahun.

Dalam statemen pada Sabtu waktu setempat, Sekjen PBB Ban Ki-Moon juga mengkonfirmasikan kematian wakil Annabi, Luiz Carlos da Costa asal Brasil, dan Pjs Kepala Polisi PBB di Haiti, Doug Coates, dari Kanada. Demikian dilansir Reuters, Minggu (17/1/2010).

Ban tidak memberikan detail bagaimana jenazah keduanya ditemukan, namun sebelumnya PBB menyatakan bahwa Annabi dan wakilnya berada di bawah reruntuhkan Hotel Christopher, markas misi PBB di ibukota Haiti, Port-au-Prince, dan mereka bisa saja masih hidup atau tewas.

Presiden Haiti Rene Preval menyatakan pada Rabu (13/1) lalu bahwa Annabi telah tewas, namun PBB saat itu belum bisa memastikannya.

Annabi adalah kepala misi PBB pertama yang tewas dalam tugas sejak Sergio Vieira de Mello dari Brasil yang terbunuh bersama 14 staf PBB lainnya saat sebuah truk bom meledak di samping markas PBB di Baghdad pada 2003.

Hingga Jumat lalu, korban tewas dari markas PBB di Haiti mencapai 37 orang. Jumlah korban tewas yang diumumkan Ban meningkat menjadi 40, namun para pejabat PBB memperkirakan bisa melonjak lebih 100 orang.

Misi PBB dikirim ke Haiti setelah kudeta berdarah Presiden Jean-Bertrand Aristide pada 2004. Hampir 9 ribu polisi dan tentara PBB berada di Haiti untuk membantu polisi negara termiskin di belahan Barat itu menjamin keamanan.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nrl/anw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
72%
Kontra
28%