Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 16/01/2010 22:17 WIB

Ical: Polemik Century Jangan Buat Pemerintah Lupakan Rakyat

Khairul Ikhwan - detikNews
Jakarta - Polemik seputar Bank Century jangan sampai menyedot energi pemerintah. Penanggulangan kemiskinan, pendidikan, kesehatan,dan lain sebagainya adalah masalah yang jauh lebih besar ketimbang masalah Bank Century.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, usai melantik ketua dan pengurus DPD Partai Golkar Sumatera Utara periode 2009- 2015 di Hotel Polonia, Jl. Sudirman, Medan, Sabtu (16/1/2010) sore.

Menurut Ical, permasalahan Bank Century telah mengakibatkan perseteruan di berbagai lini hingga menyedot perhatian pemerintah, termasuk DPR RI dengan membentuk Pansus Hak Angket Bank Century.

Padahal, menurut Ical, permasalahan kesejahteraan rakyat lebih mendesak untuk segera dituntaskan, termasuk kurangnya lapangan pekerjaan hingga mengakibatkan sebagaian masyarakat kini tetap menjadi pengangguran.

"Jangan sampai polemik Bank Century membuat pemerintah lupa memperhatikan permasalahan rakyat," kata Ical.

Meski begitu, kata dia, bukan berarti Partai Golkar tidak serius terlibat dalam penyelesaian kasus Bank Century. Partai Golkar sendiri sebagai bagian partai koalisi pemerintah, secara langsung terlibat menyelesaikan polemik seputar Bank Century dengan terlibatnya Sekjen Partai Golkar, Idris Marham, menjadi Ketua Pansus Bank Century.

"Kader Partai Golkar yang terlibat dalam pansus akan berupaya menyelesaikan permasalahan Bank Century," tambah Ical.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/rdf)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%