Detik.com News
Detik.com
Jumat, 15/01/2010 11:36 WIB

Wanita Aceh Diperkosa Bergantian di Dalam Tahanan oleh Polisi Syariat

Sofi Haura - detikNews
Banda Aceh - 3 polisi syariat -atau yang dikenal dengan sebutan Wilayatul Hisbah (WH) di Aceh- memerkosa seorang tahanan wanita. Dua tersangka pelaku perbuatan biadab itu sudah diamankan polisi, sedangkan 1 orang lagi masih buron.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Langsa, AKBP Yosi Muhamartha, saat berbincang pada detikcom, Kamis (14/1).

"Mereka (pelaku) sudah berterus terang mengakui perbuatannya memerkosa korban. Untuk melacak keberadaan seorang lainnya yang masih buron, kita sudah minta bantuan WH juga. Dan sejauh ini mereka cukup kooperatif dalam kasus ini," terangnya.

Aksi pemerkosaan yang dilakukan penegak Syariat Islam ini cukup menimbulkan keprihatinan warga Aceh. Pasalnya, kejadian biadab tersebut justru terjadi di kantor penegak hukum Syariat Islam.

Kisah memilukan ini bermula ketika Intan -bukan nama sebenarnya- bersama seorang teman prianya tertangkap oleh petugas WH di kawasan Jalan Lingkar PTPN-I Langsa pada Kamis pekan lalu. Intan dan teman prianya itu dituding telah melakukan perbuatan mesum.

Kedua sejoli ini kemudian digiring ke kantor Satpol PP/WH Langsa di Gampong Tualang, Tengoh. Mereka kemudian ditahan sampai Jumat dinihari. Kejadian pemerkosaan itu sendiri diakui Intan terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari di ruang tahanan.

Paginya, seorang petugas mendapati Intan menangis terus di dalam ruang tahanan. Ketika ditanya kenapa Intan terus menangis, barulah cerita pilu itu terungkap. Kontan saja para petugas yang disebut-sebut Intan, FA dan MN diciduk dari rumahnya. Intan sendiri kemudian divisum.

"Hasil visum memang menunjukkan korban mengalami kekerasan seksual. Tapi lebih rincinya lagi kami masih menunggu hasil visum dari RSUD Langsa," tambah Kapolres. Saat ini, korban sudah dikembalikan pada orang tuanya.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(djo/djo)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%