TODAY NEWS
Akan Ada Tower di Madinatul Hujjaj
Jumat, 15/01/2010 10:14 WIB
Jakarta
Tekad pemerintah untuk memperbaiki kualitas layanan haji tak pernah mengendur, bahkan cenderung terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa pemerintah c/q Departemen Agama punya kemauan baik untuk memenuhi harapan jamaah. Persoalan terpencarnya hotel transit di Jeddah, sebagai tempat menginap jamaah sebelum diterbangkan ke Tanah Air melalui Bandara King Abdul Aziz, kini mendapatkan perhatian.
Keluhan jamaah mengenai persoalan ini memang sudah lama menjadi salah satu agenda untuk diatasi. Kajian mendalam untuk mewujudkan manajemen pemulangan jamaah haji sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan haji kini terus dilakukan. Di antara sekian upaya untuk mengatasi persoalan terpencarnya hotel transit di Jeddah, ada pilihan untuk diintegrasikan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Depag, Slamet Riyanto, mengatakan bahwa pemerintah kini tengah melakukan pembicaraan serius dengan pemerintah Arab Saudi.
"Intinya, pihak pemerintah Arab Saudi akan membangun tower untuk jamaah haji Indonesia sesuai pembicaraan dengan Sekjen Madinatul Hujjaj waktu itu," tandas Dirjen PHU, Riyanto, di kantor Konsul Haji, Jeddah. Riyanto menambahkan bahwa pada masa mendatang jemaah haji Indonesia yang akan dipulangkan ke Tanah Air melalui Jeddah, kembali akan bisa menempati Madinatul Hujjaj, setelah komplek tersebut selesai dibangun.
"Nanti di tempat ini seluruh pelayanan akan bisa dilakukan dalam satu atap. Bahkan mungkin nanti untuk kantor misi haji, para home staff juga akan bisa ditempatkan di situ. Jadi kita mungkin kita bisa lebih enak nantinya," ungkap Riyanto.
Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi sudah memberikan tanggapan positif atas rencana ini. Dirjen PHU menjelaskan bahwa pihak Madinatul Hujjaj sudah menyampaikan proporsal kepada Departemen Agama mengenai rencana untuk membangun tower di tempat tersebut. Menurut Slamet Riyanto, saat ini draf kontraknya sudah disampaikan kepada Depag. Dalam draf disebutkan bahwa pemerintah berharap rencana ini bisa diwujudkan sesegera mungkin.
Ketika ditanya nilai kontrak, Slamet Riyanto enggan menyebutkan karena berapapun besar nilai biayanya itu menjadi urusan pemerintah Arab Saudi. "Yang jelas yang menjadi urusan kita adalah soal hitung-hitungan biaya pemakaian, yang dihitung adalah waktu atau lamanya tinggal. Saat menggunakan hotel transito jamaah membayar sekian. Kemudian kita sewa kantor misi haji bayarnya sekian," jelasnya.
Pada umumnya jemaah haji Indonesia sangat setuju dan menyambut baik jika Departemen Agama kembali menggunakan Madinatul Hujjaj sebagai tempat transit sebelum jemaah diterbangkan ke Tanah Air. Sebagai catatan, sejak 2004 fasilitas Madinatul Hujjaj tidak dimanfaatkan oleh Departemen Agama.
Haji Mohammad Zulhelmi asal Padang, jemaah yang pernah menempati Madinatul Hujjaj menyambut gembira rencana tersebut. "Kalau itu yang akan dilakukan manajemen Madinatul Hujjaj, itu bagus. Fasilitas yang akan diadakan tentunya sangat lengkap. Kalau itu terjadi, jamaah akan mendapatkan kenyamanan. Tidak seperti dulu jamaah tidur saja bertumpuk-tumpuk di ranjang susun, dan ada juga yang salat di gang-gang. Saya yakin jemaah senang fasilitas di Madinatul Hujjaj dipermodern. Apalagi komplek itu bisa dijadikan kantor layanan terpadu, pasti akan banyak yang bisa dihemat," tutur Haji Mohammad Zulhelmi.
Keluhan jamaah mengenai persoalan ini memang sudah lama menjadi salah satu agenda untuk diatasi. Kajian mendalam untuk mewujudkan manajemen pemulangan jamaah haji sebagai bentuk peningkatan kualitas layanan haji kini terus dilakukan. Di antara sekian upaya untuk mengatasi persoalan terpencarnya hotel transit di Jeddah, ada pilihan untuk diintegrasikan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Depag, Slamet Riyanto, mengatakan bahwa pemerintah kini tengah melakukan pembicaraan serius dengan pemerintah Arab Saudi.
"Intinya, pihak pemerintah Arab Saudi akan membangun tower untuk jamaah haji Indonesia sesuai pembicaraan dengan Sekjen Madinatul Hujjaj waktu itu," tandas Dirjen PHU, Riyanto, di kantor Konsul Haji, Jeddah. Riyanto menambahkan bahwa pada masa mendatang jemaah haji Indonesia yang akan dipulangkan ke Tanah Air melalui Jeddah, kembali akan bisa menempati Madinatul Hujjaj, setelah komplek tersebut selesai dibangun.
"Nanti di tempat ini seluruh pelayanan akan bisa dilakukan dalam satu atap. Bahkan mungkin nanti untuk kantor misi haji, para home staff juga akan bisa ditempatkan di situ. Jadi kita mungkin kita bisa lebih enak nantinya," ungkap Riyanto.
Sejauh ini, pemerintah Arab Saudi sudah memberikan tanggapan positif atas rencana ini. Dirjen PHU menjelaskan bahwa pihak Madinatul Hujjaj sudah menyampaikan proporsal kepada Departemen Agama mengenai rencana untuk membangun tower di tempat tersebut. Menurut Slamet Riyanto, saat ini draf kontraknya sudah disampaikan kepada Depag. Dalam draf disebutkan bahwa pemerintah berharap rencana ini bisa diwujudkan sesegera mungkin.
Ketika ditanya nilai kontrak, Slamet Riyanto enggan menyebutkan karena berapapun besar nilai biayanya itu menjadi urusan pemerintah Arab Saudi. "Yang jelas yang menjadi urusan kita adalah soal hitung-hitungan biaya pemakaian, yang dihitung adalah waktu atau lamanya tinggal. Saat menggunakan hotel transito jamaah membayar sekian. Kemudian kita sewa kantor misi haji bayarnya sekian," jelasnya.
Pada umumnya jemaah haji Indonesia sangat setuju dan menyambut baik jika Departemen Agama kembali menggunakan Madinatul Hujjaj sebagai tempat transit sebelum jemaah diterbangkan ke Tanah Air. Sebagai catatan, sejak 2004 fasilitas Madinatul Hujjaj tidak dimanfaatkan oleh Departemen Agama.
Haji Mohammad Zulhelmi asal Padang, jemaah yang pernah menempati Madinatul Hujjaj menyambut gembira rencana tersebut. "Kalau itu yang akan dilakukan manajemen Madinatul Hujjaj, itu bagus. Fasilitas yang akan diadakan tentunya sangat lengkap. Kalau itu terjadi, jamaah akan mendapatkan kenyamanan. Tidak seperti dulu jamaah tidur saja bertumpuk-tumpuk di ranjang susun, dan ada juga yang salat di gang-gang. Saya yakin jemaah senang fasilitas di Madinatul Hujjaj dipermodern. Apalagi komplek itu bisa dijadikan kantor layanan terpadu, pasti akan banyak yang bisa dihemat," tutur Haji Mohammad Zulhelmi.
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 26/02/2012 15:00 WIB
Yamaha Siapkan YMJET-FI untuk Xeon dan Soul
-
Minggu, 26/02/2012 11:00 WIB
Peluncuran Spektakuler Mio J di Kota Kembang
-
Sabtu, 25/02/2012 21:00 WIB
Peserta Turing Disambut Antusias Masyarakat Bandung
-
Sabtu, 25/02/2012 16:00 WIB
Turing Yamaha Mio J Masuki Etape Terakhir
-
Sabtu, 25/02/2012 11:00 WIB
Etape Pertama Mio J Terbukti Irit
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 19:00 WIB
Pesawat pengintai AS telan korban di Pakistan
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
