Rabu, 13/01/2010 17:43 WIB
Menhut: Tak Masuk Akal Ekspor Kayu Malaysia Nomor 9, RI Kok Nomor 13
Zulkifli Hasan (Foto: dok detikcom)
"Anda bayangkan Malaysia itu eskpor kayunya nomor 9, kita 13, kan nggak masuk akal?" ujar Menhut Zulkifli Hasan.
Berikut wawancara wartawan dengan Menhut di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (13/1/2009):
Bagaimana tentang illegal logging yang makin marak?
Ya memang rupanya illegal logging ini luar biasa. Mereka memperoleh kesempatan di sela-sela kelengahan kita. Kita memang anggaran tahun 2009 berakhir, kita masuk anggaran tahun 2010 yang baru, memang ada sela-sela.
Nah rupanya di sela-sela itu dimanfaatkan oleh para pelaku illegal logging itu yang sangat tidak bermoral. Di sela-sela itu dimanfaatkan oleh mereka kalau tahu persis petugas-petugas kita belum berkunjung ke daerah-daerah yang rawan itu.
Peningkatannya berapa persen?
Saya belum tahu persis, tapi beberapa daerah seperti Lampung, Sumut dan Kalimantan Timur mulai ada. Termasuk kota-kota yang pohonnya jarang. Jawa Timur mulai ada. Oleh karena itu kita ajak kerjasama pemerintah daerah, Kepolisian, LSM, semua saya kira untuk sama-sama memerangi illegal logging ini.
Pelakunya siapa?
Pelakunya penduduk, tapi ada penampungnya, toke-tokenya, cukong-cukongnya. Memang cukong ini masih sulit untuk terbekuk karena yang tertangkap biasanya rakyat kita di daerah itu.
Berapa persen yang dicuri?
Kalau dulu memang tinggi, kalau sekarang sudah turun. Sudah jauh turun. Dulu deforestasi itu jutaan, 3 jutaan turun 2 juta, 1 juta, kemudian di bawah 1 juta hektar.
Artinya menurun terus tapi akhir-akhir ini antara Desember-Januari ini. Memang petugas-petugas kita karena terkait dengan anggaran itu biasanya agak kurang ke daerah rawan-rawan itu. Biasanya mulai lagi dari 15 Januari hingga akhir Januari. Nah di sela-sela inilah dimanfaatkan para illegal logging itu.
Tadi Bapak minta pengamanan untuk illegal logging dari TNI/Polri?
Saya minta dukungan penuh dari Kepolisian, Angkatan Darat, Angkatan Laut. Kalau di Papua itu Angkatan Laut karena media laut, Maluku juga lewat laut. Tentu juga LSM dan masyarakat di daerah. Kita buka pos pengaduan, banyak saya terima SMS pengaduan, pertanyaan,
Bantuan dari TNI/Polri itu yang diharapkan seperti apa?
Oleh karena itu kita minta staf ahli dari Kepolisian yang berbintang dua, yang akan mengkoordinasi dengan cepat kepada kapolda, kapolres, kita ambil 1tenaga dari Kepolisian untuk bisa bergerak dengan cepat.
Hasil illegal logging itu kebanyakan dijual di dalam atau di luar negeri?
Kalau yang di Pulau Jawa, Sumatera, kemudian Sulawesi itu biasanya dalam negeri. Tapi kalau di Kalimantan, perbatasan Kalimantan, kemudian Papua itu dibawa ke luar. Anda bayangkan Malaysia itu eskpor kayunya nomor 9, kita 13, kan nggak masuk akal?
Tidak ada penjajakan diplomasi untuk mencegah illegal logging ke luar negeri?
Sudah tentu kita koordinasi dengan Kementerian terkait, oleh karena itu kita mulai melakukan komunikasi dengan yang tadi itu, Menlu, Kepolisian Panglima TNI, gubernur, bupati, dan sebagainya.
(nwk/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
728 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
611 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
606 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
555 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
514 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
-
Senin, 13/05/2013 12:52 WIB
Ahok Soal Waduk Pluit: Jadi, Siapa yang Langgar HAM?
-
Senin, 06/05/2013 09:41 WIB
Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah
-
Kamis, 02/05/2013 18:03 WIB
Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh
-
Kamis, 02/05/2013 13:46 WIB
Hakim Konstitusi Arief: Bayar di Bawah UMR, Pengusaha Tak Bisa Dipidana
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 21:37 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 22:13 WIB
Ibunda Darin Bantah Anaknya Menikah Siri dengan LHI
-
Selasa, 21/05/2013 20:49 WIB
Pembunuh SPG Cantik di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
-
Selasa, 21/05/2013 18:54 WIB
Ibunda Darin Sempat Sebut ke Tetangga Menantunya dari Jeddah
-
Selasa, 21/05/2013 19:59 WIB
Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Tol Cikampek, Diduga Korban Tabrak Lari
-
359 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
