detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 17:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 12/01/2010 16:54 WIB

Keluar dari Konflik Internal, PKB Gus Dur Siapkan 3 Opsi

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Kemelut di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya akan segera berakhir. Kubu PKB Gus Dur yang diwakili Yenny Wahid mempersiapkan 3 opsi untuk mengatasi perseteruan internal.

"Rapat PKB Gus Dur tadi malam di Ciganjur membahas penyikapan terhadap wacana 'penggabungan' PKB. Ada 3 opsi yang sempat mengemuka," kata Juru Bicara PKB Gus Dur Imron Rosyadi Hamid dalam rilis melalui SMS yang diterima detikcom, Selasa (12/1/2010).

3 Opsi yang mengemuka dalam rapat di kamar Gus Dur adalah pertama, bergabung dengan PKB pimpinan Muhaimin cs (muktamar Ancol). Kedua, tetap berjuang memperebutkan pengakuan PKB yang sah dengan risiko energi umat akan habis karena terus berkonflik. Opsi terakhir, membuat kendaraan baru (partai) untuk menampung massa Pro Gus Dur yang secara mayoritas menguasai konstituen PKB.

"Kalau bergabung dengan PKB Muhaimin konsekuensinya kita tidak menghormati Gus Dur karena Muhaimin tidak mengakui Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB," paparnya.

Menurut suami mantan Sekretaris FPKB Anisah Mahfudz ini, rapat di Ciganjur semalam, Senin (11/1/2010)juga menyikapi banyaknya dukungan yang masuk kepada keluarga Ciganjur untuk membuat partai baru.

"Lebih dari 100 orang dari kiai-kiai di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera dan Indonesia Timur yang siap mem-back up dan mendesak PKB Gus Dur untuk segera dideklarasikan," paparnya.

Imron menjelaskan rapat yang digelar di kediaman Gus Dur semalam di hadiri antara lain Yenny Wahid, Abdul Aziz (DPW PKB Gus Dur Jawa Barat), Saidah Sakwan (mantan anggota FPKB). Imron menegaskan dukungan para kiai itu disampaikan kepada PKB Gus Dur melalui telepon, SMS dan surat.

"Dukungan ini diperkirakan akan terus bertambah seiring waktu. Dukungan juga muncul dari komunitas non muslim dan Tionghoa," pungkasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(gah/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%