Detik.com News
Detik.com

Selasa, 12/01/2010 16:54 WIB

Keluar dari Konflik Internal, PKB Gus Dur Siapkan 3 Opsi

Andi Saputra - detikNews
Keluar dari Konflik Internal, PKB Gus Dur Siapkan 3 Opsi
Jakarta - Kemelut di internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepertinya akan segera berakhir. Kubu PKB Gus Dur yang diwakili Yenny Wahid mempersiapkan 3 opsi untuk mengatasi perseteruan internal.

"Rapat PKB Gus Dur tadi malam di Ciganjur membahas penyikapan terhadap wacana 'penggabungan' PKB. Ada 3 opsi yang sempat mengemuka," kata Juru Bicara PKB Gus Dur Imron Rosyadi Hamid dalam rilis melalui SMS yang diterima detikcom, Selasa (12/1/2010).

3 Opsi yang mengemuka dalam rapat di kamar Gus Dur adalah pertama, bergabung dengan PKB pimpinan Muhaimin cs (muktamar Ancol). Kedua, tetap berjuang memperebutkan pengakuan PKB yang sah dengan risiko energi umat akan habis karena terus berkonflik. Opsi terakhir, membuat kendaraan baru (partai) untuk menampung massa Pro Gus Dur yang secara mayoritas menguasai konstituen PKB.

"Kalau bergabung dengan PKB Muhaimin konsekuensinya kita tidak menghormati Gus Dur karena Muhaimin tidak mengakui Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro PKB," paparnya.

Menurut suami mantan Sekretaris FPKB Anisah Mahfudz ini, rapat di Ciganjur semalam, Senin (11/1/2010)juga menyikapi banyaknya dukungan yang masuk kepada keluarga Ciganjur untuk membuat partai baru.

"Lebih dari 100 orang dari kiai-kiai di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera dan Indonesia Timur yang siap mem-back up dan mendesak PKB Gus Dur untuk segera dideklarasikan," paparnya.

Imron menjelaskan rapat yang digelar di kediaman Gus Dur semalam di hadiri antara lain Yenny Wahid, Abdul Aziz (DPW PKB Gus Dur Jawa Barat), Saidah Sakwan (mantan anggota FPKB). Imron menegaskan dukungan para kiai itu disampaikan kepada PKB Gus Dur melalui telepon, SMS dan surat.

"Dukungan ini diperkirakan akan terus bertambah seiring waktu. Dukungan juga muncul dari komunitas non muslim dan Tionghoa," pungkasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gah/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
MustRead close