Selasa, 12/01/2010 14:39 WIB

Pembunuhan Kelapa Gading

Polisi Temukan Kejanggalan di TKP, Motif Diduga Ekonomi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Aparat kepolisian melihat beberapa kejanggalan dalam kasus pembunuhan terhadap Khoen Haryanto ( 57). Saat pria dengan empat orang anak ini ditemukan tewas, TKP sudah dibersihkan sebelum polisi datang.

"Kejanggalan tersebut adalah dibersihkannya lokasi ditemukannya mayat oleh pihak keluarga," ujar Kasat Reskrim Jakarta Utara Kompol Adeks Yudiswan di Polres Jakarta Utara, Selasa (12/1/2010).

Polisi mendapatkan laporan kematian Khoen dari pihak Rumah Sakit Gading Pluit, bukan dari keluarga korban. "Itu dia kejanggalannya," katanya.

Dari pemeriksaan visum korban, Khoen tewas 14 jam sebelum ditemukan oleh pihak RS tersebut. Menurut Adex, ada tahapan proses pembusukan mayat korban pembunuhan. Mulai dari kondisi mayat lemes, kaku, dan melemas, keras lagi, baru membusuk. "Waktu melakukan pemeriksaan di rumah sakit, kondisinya sudah kaku," ungkapnya.

Polisi menduga ada beberapa motif dari pembunuhan ini, termasuk motif ekonomi di dalamnya. "Pembagian harta waris, perampokan, masalah dendam, ekonomi dan hutang piutang," pungkasnya.

Sebelumnya, Khoen Haryanto ditemukan tewas di rumahnya dengan belasan tusukan di tubuhnya. Khoen ditemukan oleh Istrinya, Yati, pada pagi hari di rumah mereka di Komplek Gading Griya Pratama, Jalan Griya Pratama VI, Blok I, nomor 10, Kelapa Gading, Jakarta Utara.


(fiq/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
38%
Kontra
62%