Detik.com News
Detik.com
Jumat, 08/01/2010 17:28 WIB

Kapolri Tepis Ada Perpecahan di Tubuh Polri

Aprizal Rahmatullah - detikNews
Kapolri Tepis Ada Perpecahan di Tubuh Polri
Jakarta - Sikap 'melawan' yang ditunjukkan Komjen Pol Susno Duadji diduga mengindikasikan adanya perpecahan di tubuh polri. Namun, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menepis hal tersebut.

"Tidak ada, tidak ada (perpecahan)," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (8/1/2010).

BHD meminta agar seluruh masyarakat tidak cepat mempercayai isu dan tetap mempercayai polri. Polri tetap solid di bawah arahan dan perintah Kapolri.

"Jangan melempar rumor yang merugikan Jenderal Susno dan polisi," jelasnya.

BHD juga meminta agar semua pihak mempercayakan kasus ini pada Polri. Polri berjanji akan mengusut tuntas terkait kasus ini.

"Percayakan pada kami. Biarkan ini kita selesaikan secara internal," imbuhnya.

BHD menjelaskan kalau institusi Polri sudah mengambil langkah-langkah. "Mulai hari ini saya sudah perintahkan. Sehingga minggu depan sudah ada hasil," tuturnya.

Komjen Pol Susno Duadji secara mengejutkan hadir di persidangan terdakwa Antasari Azhar tanpa izin. Tindakan Susno tersebut membuat Polri berang.

Polri menilai langkah Susno bisa dikualifikasikan sebagai pelanggaran kode etik dan disiplin. Namun Susno bersikukuh bahwa kehadirannya tidak memerlukan izin.

Susno juga mengaku telah diperlakukan tidak adil karena pencopotannya sebagai Kabareskrim diumumkan. Hal tersebut membuat Susno marah dan prihatin.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ape/gus)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%