Mengenang Gus Dur, Jujurlah dalam Ber-Indonesia
Jumat, 08/01/2010 11:25 WIB
Jakarta
KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sering meminta agar Indonesia jujur dalam ber-Indonesia. Ungkapan tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap bangsa Indonesia yang belum sepenuhnya mengakui keberagaman yang ada.
"Indonesia sangat plural, multibangsa, multietnik dan multiagama. Sekarang pemahaman kita belum sampai pada penghormatan atas hal-hal itu," ujar staf pengajar Fisip UI Isbodroini Soejanto dalam dialog interaktif mengenang Gus Dur di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).
Isbodroini menjelaskan, ketidakjujuran bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan banyaknya daerah yang memberlakukan Perda-perda syariah. "Saat ini Perda-perda syariah bermunculan seperti di Jabar dan daerah-daerah lain sebagai manifestasi penduduk yang beragama Islam. Terus yang bukan muslim bagaimana?" kritiknya.
Menurut Isbodroini, Perda-perda tersebut sangat bertentangan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang selama ini jadi pegangan bangsa. Hal ini juga diperparah dengan sikap elite politik yang terkesan tidak peduli dengan kondisi tersebut.
"Elit tidak bisa mengerti seperti itu dan makin lama makin subur pemahaman seperti itu," tambahnya.
Sementara itu, mantan Jubir Gus Dur Wimar Witoelar yang juga ikut hadir mengaku paham dengan kritikan Gus Dur tersebut. Oleh karena itu, menurut WImar, dari awal Gus Dur tidak pernah meminta adanya penyeragaman dalam setiap perbedaan di bangsa ini.
"Kalau ada perbedaan itu harus diakui bukan malah diseragamkan," tandasnya.
(mok/iy)
"Indonesia sangat plural, multibangsa, multietnik dan multiagama. Sekarang pemahaman kita belum sampai pada penghormatan atas hal-hal itu," ujar staf pengajar Fisip UI Isbodroini Soejanto dalam dialog interaktif mengenang Gus Dur di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).
Isbodroini menjelaskan, ketidakjujuran bangsa Indonesia dapat dibuktikan dengan banyaknya daerah yang memberlakukan Perda-perda syariah. "Saat ini Perda-perda syariah bermunculan seperti di Jabar dan daerah-daerah lain sebagai manifestasi penduduk yang beragama Islam. Terus yang bukan muslim bagaimana?" kritiknya.
Menurut Isbodroini, Perda-perda tersebut sangat bertentangan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang selama ini jadi pegangan bangsa. Hal ini juga diperparah dengan sikap elite politik yang terkesan tidak peduli dengan kondisi tersebut.
"Elit tidak bisa mengerti seperti itu dan makin lama makin subur pemahaman seperti itu," tambahnya.
Sementara itu, mantan Jubir Gus Dur Wimar Witoelar yang juga ikut hadir mengaku paham dengan kritikan Gus Dur tersebut. Oleh karena itu, menurut WImar, dari awal Gus Dur tidak pernah meminta adanya penyeragaman dalam setiap perbedaan di bangsa ini.
"Kalau ada perbedaan itu harus diakui bukan malah diseragamkan," tandasnya.
(mok/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 19:00 WIB
Pesawat pengintai AS telan korban di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
