detikcom

Rabu, 06/01/2010 15:24 WIB

Prahara Dokter Ahli Autisme

Kisah dr Lucky & dr Rudy Bak Sinetron

Nograhany Widhi K - detikNews
dr Rudy Sutadi & Arneliza Anwar
Jakarta - "Kayak cerita sinetron," begitulah komentar pembaca seusai membaca berita tentang ahli autisme, dr Rudy Sutadi SpA, MARS (51) yang diputus bebas dari dakwaan pencemaran nama baik atas laporan mantan istrinya, dr Lucky Aziza Bawazier SpPD-KGH.

Komentar itu muncul mengingat panjang dan banyaknya kisah perseteruan kedua orang ini yang bisa ditemukan di dunia maya. Kronologi kisah yang bermula sejak 26 Agustus 2004 ini ditulis lengkap, utamanya dari kacamata dr Rudy.

Rudy mengenal Lucky sejak tahun 1980 saat sama-sama berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Rudy saat itu tidak naik ke tingkat IV dan Lucky naik ke tingkat III.

Dari situlah hubungan mereka mulai intens. Menurut Rudy, hubungan mereka berubah lebih dari sekadar teman pada 1981 hingga mereka lulus dari FKUI pada 1983.

Setelah itu keduanya bekerja di Praktek Dokter 24 Jam hingga akhirnya mereka mendirikan klinik bersama pada tahun 1985 dari hasil tabungan mereka.

Hingga tahun 1989, klinik yang dikelola bersama itu berkembang menjadi 4. Dan pada 30 November 1989, Rudy menikah dengan Lucky di Masjid Cut Mutiah, Jakarta Pusat.

Rudy dan Lucky dinikahkan oleh penghulu dengan wali ayah dari Lucky yaitu Abdullah Bawazier. Dengan saksi dari keluarga dr Rudy adalah dr Jody Setyadi, dan saksi dari keluarga dr Lucky adalah Naif Abdullah Bawazier.

Selama pernikahan, mereka dikaruniai 2 orang anak laki-laki, yaitu Abdullah Prima Prakarsa Dyckyputra (lahir 20 Juli 1994) dan Muammar Amien Dyckyputra (lahir 12 Januari 2000).

Selama pernikahan, klinik berkembang menjadi 40 klinik Praktek Dokter 24 Jam dan 1 Rumah Sakit Jakarta Medical Center (JMC) Jl Buncit Raya No 15, Jakarta Selatan.

Hingga pada tahun 2002 perahu rumah tangga itu diterpa badai dengan kecurigaan perselingkuhan dari kedua belah pihak. Hingga kemudian Lucky, menurut Rudy, mengajukan gugatan cerai pada Juli 2003 dan 8 Meret 2004. Kedua gugatan itu akhirnya ditarik kembali oleh Lucky.

Hingga 26 Agustus 2004 keributan itu dimulai. Lucky disebut Rudy datang ke Klinik Intervensi Dini Autisme, Jl Otto Iskandardinata No.82, Jakarta Timur. Saat Rudy datang ke klinik itu sudah mendapati barang-barangnya di klinik diangkuti di mobil bak terbuka.

Disebutkan Rudy, Lucky datang bersama 5 orang laki-laki. Lucky pun menyuruh salah satu laki-laki itu untuk memukul Rudy. Namun karena tak juga dilakukan, Lucky akhirnya memukul bibir, perut, dada dan muka Rudy.

Rudy yang ingin keluar klinik pun ditahan orang-orang yang bersama dengan Lucky. Versi Rudy pula, dirinya dijambak dan dipukul hingga terjatuh.

Rudy melaporkan hal ini ke Polres Jakarta Timur dan melakukan visum di RSCM. Laporan ini dilimpahkan ke Direskrimum Polda Metro Jaya pada 2 September 2004 dan dikembalikan lagi ke Polres Jaktim.

Kemudian Rudy mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya atas laporan dari Lucky dengan pasal 406 ayat 1 dan pasal 352 KUHP.

Akhirnya Rudy didakwa dengan 3 kasus sekaligus yaitu penganiayaan (pasal 351 KUHP) dengan putusan 2 tahun penjara. Lalu dijerat juga dengan dakwaan pemalsuan surat (pasal 263 KUHP) dengan putusan 6 tahun penjara. Serta terakhir dengan dakwaan penggelapan (372 KUHP) dengan putusan 5 tahun penjara.

Rudy mendekam LP Cipinang pada September 2004 itu. Di dalam penjara itu, Rudy menjatuhkan talak kepada Lucky tahun 2005.

Rudy juga dijerat dakwaan pencemaran nama baik dan fitnah (pasal 310 dan 311) dalam wawancara dengan sebuah majalah nasional tahun 2007, dan divonis bebas pada awal Januari 2010 ini.

Saat di dalam penjara, Rudy dipertemukan dengan Arneliza Anwar (41) pada Oktober 2008. Mereka pun akhirnya menikah di dalam LP Cipinang pada 31 Maret 2009.

Arneliza tidak khawatir menikah dengan Rudy yang sedang terbelit banyak kasus itu. Dia yakin suami pertamanya itu adalah orang yang saleh.

"Dia adalah sosok laki-laki yang saleh dan saya muslimah. Meskipun banyak masukan tidak baik tentang dokter Rudy, tapi saya punya hati nurani, mata dan telinga," tegas Arneliza ketika dihubungi detikcom, Rabu (6/1/2009).

Dalam waktu dekat, mereka akan merencanakan memiliki momongan melalui bayi tabung. "Doakan saja," kata Arneliza.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nwk/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%