Ledakan Bom Tewaskan Eks Menteri Pakistan
Senin, 04/01/2010 06:15 WIB
Tentara Pakistan (AFP)
Pakistan
Serangan bom yang diduga ditargetkan militan Taliban kepada seorang mantan menteri terjadi di Pakistan. Serangan ini menewaskan 4 orang, termasuk mantan menteri tersebut.
Seperti dilansir AFP, Minggu (3/1/2009), serangan bom ini terjadi di sebuah desa bernama Bagto, yang berjarak 10 kilometer dari kota Hangu, kota bersejarah yang menjadi tempat bentrokan sektarian antara Muslim Sunni dan Syiah.
"Empat orang, termasuk Ghani-ur Rehman tewas dalam serangan. Tiga orang lainnya yakni seorang pengawal, sopir, dan temannya," ujar Kepala Kepolisian kota Hangu, Abdul Rashid Khan.
Sang mantan menteri Ghani-ur Rehman, merupakan tokoh kontroversial di Pakistan. Rehman yang pernah menjabat sebagai Menteri Irigasi di Provinsi Perbatasan Barat Laut Pakistan dan juga pernah menjadi walikota Hangu ini, pernah dipenjara di bawah rezim militer.
Dia kemudian menjadi salah satu penerima amnesti yang melindungi 8 ribu politisi, pebisnis, dan pejabat pemerintah dari tuduhan korupsi. Namun, sayangnya amnesti tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
Anaknya, seorang anggota parlemen, meyalahkan Taliban dan militan lainnya atas pembunuhan ayahnya. "Ayahku dua kali menjadi target serangan. Taliban dan kelompok militan terlibat dalam serangan ini," kata anak Rehman, Ateeq-ur Rehman.
"Ini adalah ledakan bom dengan kendali jarak jauh. Dengan bahan peledak tingkat tinggi, Kendaraannya hancur," kata juru bicara kepolisian setempat, Fazal Naeem.
(nvc/mad)
Seperti dilansir AFP, Minggu (3/1/2009), serangan bom ini terjadi di sebuah desa bernama Bagto, yang berjarak 10 kilometer dari kota Hangu, kota bersejarah yang menjadi tempat bentrokan sektarian antara Muslim Sunni dan Syiah.
"Empat orang, termasuk Ghani-ur Rehman tewas dalam serangan. Tiga orang lainnya yakni seorang pengawal, sopir, dan temannya," ujar Kepala Kepolisian kota Hangu, Abdul Rashid Khan.
Sang mantan menteri Ghani-ur Rehman, merupakan tokoh kontroversial di Pakistan. Rehman yang pernah menjabat sebagai Menteri Irigasi di Provinsi Perbatasan Barat Laut Pakistan dan juga pernah menjadi walikota Hangu ini, pernah dipenjara di bawah rezim militer.
Dia kemudian menjadi salah satu penerima amnesti yang melindungi 8 ribu politisi, pebisnis, dan pejabat pemerintah dari tuduhan korupsi. Namun, sayangnya amnesti tersebut dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
Anaknya, seorang anggota parlemen, meyalahkan Taliban dan militan lainnya atas pembunuhan ayahnya. "Ayahku dua kali menjadi target serangan. Taliban dan kelompok militan terlibat dalam serangan ini," kata anak Rehman, Ateeq-ur Rehman.
"Ini adalah ledakan bom dengan kendali jarak jauh. Dengan bahan peledak tingkat tinggi, Kendaraannya hancur," kata juru bicara kepolisian setempat, Fazal Naeem.
(nvc/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
225 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
