Detik.com News
Detik.com
Senin, 04/01/2010 05:39 WIB

Organ Tunggal 'Obama' Ada di Palembang

Taufik Wijaya - detikNews
Organ Tunggal Obama Ada di Palembang Organ tunggal Obama (Dok. Detikcom)
Palembang - Nama Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, benar-benar cukup populer di Indonesia. Namanya pun melekat pada sebuah kelompok penghibur organ tunggal (OT) di Palembang. Mungkinkah Barack Obama akan menyewa OT "Obama" ini?

OT "Obama" itu beralamat di Jalan Anggada, Lorong Bersama, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Tampaknya sang pemilik organ tunggal "Obama" ini tahu betul popularitas Barack Obama, sehingga harapannya mendapat popularitas yang sama, dan organ tunggal miliknya menjadi laris disewa orang.

Sebagai informasi, organ tunggal merupakan alat musik organ yang dimainkan di tempat hajatan, yang melantunkan lagu-lagu dalam irama house music, yang umumnya lagu-lagu dangdut. Organ tunggal juga memiliki penyanyi, yangumumnya perempuan.

Organ tunggal di Sumatra Selatan cukup tetrkenal di kalangan masyarakat. Pertunjukkan organ tunggal bukan hanya dilangsungkan pada saat hajatan, juga dalam setiap kegiatan yang ada unsur hiburan. Pertunjukkan organ tunggal di Sumatra Selatan sering ditemukan di daerah atau dusun, atau di daerah pinggiran kota Palembang.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/nvc)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%