Kaji 20 Buku Provokatif, Menkum HAM Harus Ditegur SBY
Minggu, 03/01/2010 19:34 WIB
Jakarta
Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkum HAM) saat ini meneliti 20 buku yang bersifat provokatif. Hasil kajian nantinya akan diberikan pada Kejaksaan Agung untuk dilarang peredarannya. Tindakan ini sontak dikecam.
"Apa yang kini dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM merupakan pelanggaran terhadap hak warga negara untuk membaca dan mendapatkan bahan bacaan yang berkualitas dan memberi manfaat," kata Ketua Masyarakat Profesional Madani, Ismed Hasan Putro, lewat rilis pada detikcom, Minggu (3/1/2009).
Lebih lanjut Ismed juga meminta agar Presiden SBY menegur langkah yang dilakukan Patrialis Akbar sebagai Menkum HAM. Sebab, melakukan kajian untuk kemudian melakukan pelarangan buku adalah tindakan yang mirip dengan praktik rezim fasis dan otoriter.
"Yang paling mengerikan, Menteri Hukum dan HAM justru melanggar HAM warganya untuk membaca dan mendapatkan informasi yang mendidik dan baik," tegasnya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Depkum HAM saat ini sedang mengkaji 20 buku yang dianggap provokatif. Salah satunya adalah buku yang isinya menggiring ke arah disintegrasi dan separatisme.
Salah satu penulisnya adalah Sam Karoba, yang menulis tentang masyarakat adat untuk menggunakan hak self determination. Selain itu, ada buku yang diluncurkan di Gedung PBB New York pada 18 Juni 2009. Di dalam buku itu, ada bab khusus yang menjelaskan seolah-olah ada satu negara yang berdiri sendiri. Padahal, wilayah itu masih bagian dari NKRI.
(mad/nvc)
"Apa yang kini dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM merupakan pelanggaran terhadap hak warga negara untuk membaca dan mendapatkan bahan bacaan yang berkualitas dan memberi manfaat," kata Ketua Masyarakat Profesional Madani, Ismed Hasan Putro, lewat rilis pada detikcom, Minggu (3/1/2009).
Lebih lanjut Ismed juga meminta agar Presiden SBY menegur langkah yang dilakukan Patrialis Akbar sebagai Menkum HAM. Sebab, melakukan kajian untuk kemudian melakukan pelarangan buku adalah tindakan yang mirip dengan praktik rezim fasis dan otoriter.
"Yang paling mengerikan, Menteri Hukum dan HAM justru melanggar HAM warganya untuk membaca dan mendapatkan informasi yang mendidik dan baik," tegasnya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Depkum HAM saat ini sedang mengkaji 20 buku yang dianggap provokatif. Salah satunya adalah buku yang isinya menggiring ke arah disintegrasi dan separatisme.
Salah satu penulisnya adalah Sam Karoba, yang menulis tentang masyarakat adat untuk menggunakan hak self determination. Selain itu, ada buku yang diluncurkan di Gedung PBB New York pada 18 Juni 2009. Di dalam buku itu, ada bab khusus yang menjelaskan seolah-olah ada satu negara yang berdiri sendiri. Padahal, wilayah itu masih bagian dari NKRI.
(mad/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 19:44 WIB
Kemendagri Siap Buktikan Keppres Pemberhentian Agusrin Tak Cacat Hukum
-
Jumat, 25/05/2012 21:23 WIB
Kejagung Janji Putuskan Nasib Sisminbakum Pekan Depan
-
Jumat, 25/05/2012 20:13 WIB
Motor Pelaku Penembak Satpam Ditemukan di Tepi Hutan IPB
-
Jumat, 25/05/2012 20:30 WIB
Komisi II akan Minta Penjelasan Kemendagri Soal Kematian Praja IPDN
-
Jumat, 25/05/2012 21:41 WIB
Longsor di Gunung Gede Bogor, 8 Penambang Tewas Tertimbun
-
707 Komentar
-
274 Komentar
-
242 Komentar
-
234 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
