detikcom

Minggu, 03/01/2010 17:50 WIB

Kematian Gus Dur di Mata Ki Gendeng Pamungkas

Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Kematian Mantan Presiden ke 4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur masih menjadi perbincangan hangat. Berbagai sisi pun dikupas tentang latar belakangnya.

Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) juga berusaha mengungkap sisi misterius kematian Gus Dur. Tokoh paranormal, budayawan, advokat dihadirkan untuk membedah sisi misterius Ulama NU ini.

"Malam satu Suro saya melakukan ritual dan saya sudah tahu kalau bakal ada tokoh nasional yang meninggal," ujar paranormal Ki Gendeng Pamungkas di Sekre Bendera Jl Diponegoro 58, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/1/2009).

Namun, Ki Gendeng mengaku, dalam ritualnya dia tidak memperoleh, gambaran siapa tokoh nasional yang akan meninggal itu

"Soal siapanya saya belum tahu, itu urusan sang Khalik," tambahnya.

Selain itu, Ki Gendeng pun meyakini bila Gus Dur juga memiliki paranormal yang dekat dengan dia. Sayangnya Ki Gendeng tidak menjelaskan untuk tujuan apa paranormal tersebut.

"Sepengetahuan saya, setiap presiden punya paranormal termasuk Gus Dur, itu pasti. Tapi saya tidak tahu siapa-siapanya" tambahnya.

Tapi dalam diskusi ini, disinggung pula soal wasiat Gus Dur yang menyerempet politis. Adalah Sri Bintang dan Ridwan Saidi, yang menuturkannya.

Gus Dur, memberikan wasiat kepada 30 tokoh dalam pertemuan tanggal 4 Desember 2009 di kediaman Soetardjo Soeryaguritno atau biasa disebut Mbah Tardjo, mantan Ketua MPR di Jalan Denpasar, Kuningan.

"Pesannya dua, turunkan SBY dan gantikan dengan pemerintahan baru," ujar Ridwan dengan mimik serius.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(her/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%