Di Solo, Umat Lintas Agama Gelar Doa untuk Gus Dur
Jumat, 01/01/2010 02:14 WIB
Jakarta
Di tengah hiruk-piruk perayaan pergantian tahun di jalanan, sekitar 150 orang duduk dengan khusyuk di gedung serba guna Gereja Kristen Jawa (GKJ) Manahan, Solo. Mereka adalah umat dari berbagai penganut agama yang mendoakan kepergian Gus Dur.
Acara doa antar-iman melepas kepulangan Gus Dur tersebut bertema meneruskan komitmen terhadap demokrasi, pluralitas dan humanisme. Dalam pandangan seluruh peserta acara, tiga hal penting itulah yang selalu diperjuangkan Gus Dur selama puluhan tahun hingga Gus Dur tutup usia.
Dari Kalangan Konghucu diwakili oleh rohaniawan Adi Candra. Adi mengatakan, Gus Dur layaknya dewa atau malaikat bagi warga Konghucu di Indonesia.
"Tanpa jasa Gus Dur, agama Konghucu akan tetap terdiskriminasi atau bahkan telah terhapus dari bumi Indonesia," ujar Adi, Kamis (31/12/2009) malam.
Pendeta Eko Darsono yang mewakili Kristen Protestan menilai tulisan-tulisan Gus Dur dekade 80-an hingga 90-an menyadarkan para pemimpin agama tentang pentingnya kebersamaan. Ide-ide Gus Dur tentang kesamaan hak menyadarkan sebagian besar warga tentang hak politik. Sedangkan keberanian Gus Dur menentang kesewenangan, menjadi penyemangat untuk menghargai kemanusiaan.
Hal serupa juga ditegaskan oleh Bagyo Hadi dari Parisadha Hindu Dharma. Bagyo mengatakan, banyak tokoh yang kelihatan berani atau bergaya pemberani. Namun hanya Gus Dur tokoh yang keberaniannya tanpa tanding dan tanpa pamrih dalam memperjuangkan kebenaran dan persamaan hak. Sebagai rohaniawan Islam, dia mampu menembus segala batas sehingga bisa semua kalangan.
Romo Heri Irianto dari kalangan Katolik dan Zainal Abidin dari perwakilan umat Islam mengatakan, Gus Dur adalah pejuang yang gigih untuk memberi tempat bagi semua orang dan membangun kerjasama dalam kehidupan berbangsa. Gus Dur menolak semua kekerasan atas dalih apapun, apalagi dalih agama.
"Beliau orang yang selalu rindu perbaikan kehidupan bersama, didasari oleh kecintaan pada semangat kehambaan kepada Tuhan," ujar Romo Heri.
Acara ditutup dengan doa bersama para peserta acara yang dipimpin secara bergilirian oleh para rohaniawan tersebut. Sebelumnya dibacakan puisi oleh penyair Wary Wirana.
(mbr/rdf)
Acara doa antar-iman melepas kepulangan Gus Dur tersebut bertema meneruskan komitmen terhadap demokrasi, pluralitas dan humanisme. Dalam pandangan seluruh peserta acara, tiga hal penting itulah yang selalu diperjuangkan Gus Dur selama puluhan tahun hingga Gus Dur tutup usia.
Dari Kalangan Konghucu diwakili oleh rohaniawan Adi Candra. Adi mengatakan, Gus Dur layaknya dewa atau malaikat bagi warga Konghucu di Indonesia.
"Tanpa jasa Gus Dur, agama Konghucu akan tetap terdiskriminasi atau bahkan telah terhapus dari bumi Indonesia," ujar Adi, Kamis (31/12/2009) malam.
Pendeta Eko Darsono yang mewakili Kristen Protestan menilai tulisan-tulisan Gus Dur dekade 80-an hingga 90-an menyadarkan para pemimpin agama tentang pentingnya kebersamaan. Ide-ide Gus Dur tentang kesamaan hak menyadarkan sebagian besar warga tentang hak politik. Sedangkan keberanian Gus Dur menentang kesewenangan, menjadi penyemangat untuk menghargai kemanusiaan.
Hal serupa juga ditegaskan oleh Bagyo Hadi dari Parisadha Hindu Dharma. Bagyo mengatakan, banyak tokoh yang kelihatan berani atau bergaya pemberani. Namun hanya Gus Dur tokoh yang keberaniannya tanpa tanding dan tanpa pamrih dalam memperjuangkan kebenaran dan persamaan hak. Sebagai rohaniawan Islam, dia mampu menembus segala batas sehingga bisa semua kalangan.
Romo Heri Irianto dari kalangan Katolik dan Zainal Abidin dari perwakilan umat Islam mengatakan, Gus Dur adalah pejuang yang gigih untuk memberi tempat bagi semua orang dan membangun kerjasama dalam kehidupan berbangsa. Gus Dur menolak semua kekerasan atas dalih apapun, apalagi dalih agama.
"Beliau orang yang selalu rindu perbaikan kehidupan bersama, didasari oleh kecintaan pada semangat kehambaan kepada Tuhan," ujar Romo Heri.
Acara ditutup dengan doa bersama para peserta acara yang dipimpin secara bergilirian oleh para rohaniawan tersebut. Sebelumnya dibacakan puisi oleh penyair Wary Wirana.
(mbr/rdf)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 20:40 WIB
Polisi: Pembunuhan Paman dan Anak di Depok Karena Sakit Hati
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
280 Komentar
-
247 Komentar
-
225 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
