detikcom
Kamis, 31/12/2009 11:53 WIB

Tokoh Nasional Banjiri Areal Pemakaman Gus Dur

Zainal Effendi - detikNews
Jombang - Berbagai elemen masyarakat terus berdatangan ke Ponpes Tebuireng, Jombang. Para tokoh nasional hingga lintas agama berkumpul untuk menghadiri pemakaman KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Sejumlah tokoh nasional, seperti Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin tampak hadir. Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni juga sudah terlihat hadir. Mereka tampak singgah di rumah singgah yang disiapkan panitia.

Juga hadir di areal pemakaman para rohaniwan dari Buddha, Hindu, dan Kristen. Mereka di tempatkan di tenda yang disiapkan oleh panitia. Tenda tempat kalangan lintas agama ini berada tak jauh dari liang lahat tempat peristirahatan terakhir Gus Dur.

Rencananya mereka akan ke tenda jika jenazah Gus Dur usai disalatkan di Masjid Ulul Albab yang berada di luar ponpes. Penjagaan sangat ketat terlihat di sekitar ponpes. Tidak sembarang orang bisa masuk. Sementara itu Presiden SBY dan rombongan sudah tiba di Jombang.

Di luar ponpes sendiri terlihat dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan dari dekat proses pemakaman mantan presiden keempat RI ini. Namun ketatnya pengamanan, masyarakat yang bertakziah berada di pinggir jalan masuk ke ponpes.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(wln/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%