detikcom
Rabu, 30/12/2009 21:59 WIB

Taufiq Kiemas Pimpin Pelepasan Jenazah Gus Dur

Anwar Khumaini - detikNews
Foto: Dokumen detikcom
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Ketua MPR Taufiq Kiemas melepas jenazah Gus Dur dari rumah duka. Selanjutnya SBY yang akan memimpin upacara pemakaman Gus Dur di Jombang, Jawa Timur.

"Sesuai dengan rencana, saya telah berkoordinasi dengan pimpinan MPR Bapak Taufiq Kiemas untuk bertindak sebagai pemimpin upacara pelepasan dari rumah duka untuk dibawa ke Jawa Timur," kata Presiden SBY dalam konferensi pers di Istana Negara, Rabu (30/12/2009).

Setibanya jenazah di Jombang, Jatim, SBY akan memimpin secara langsung upacara pemakaman Gus Dur. "Negara ingin memberikan penghormatan tertingggi kepada beliau dalam acara pemakaman yang Insya Allah akan dilaksanakan di Jombang. Dengan upacara kenegaraan yang akan kita pimpin sendiri sebagai instruktur upacara," papar SBY.

SBY mengajak semua warga Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Gus Dur. SBY meminta seluruh rakyat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang selama 7 hari sebagai penghormatan terhadap Gus Dur.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%