Senin, 28/12/2009 09:33 WIB

Pasca Insiden Northwest, Keamanan Bandara di Indonesia Ditingkatkan

Didit Tri Kertapati - detikNews
Ilustrasi (colemancenter.com)
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Dephub Indonesia memerintahkan peningkatan keamanan bandara di seluruh Indonesia pasca upaya peledakan di pesawat Northwest Airlines rute Amsterdam- Detroit.

"Mulai dari sistem, sekuriti sistem, alatnya, personelnya, ditingkatkan untuk antisipasi adanya ancaman. Kita ada progaram untuk itu," ujar Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti pada detikcom, Senin (28/12/2009).

Herry menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas keamanan di tiap bandara. Pihaknya menggalang kerjasama dengan Belanda dan AS untuk meningkatkan keamanan.

"Kerjasama dengan Belanda terkait technical system, Januari timnya sudah datang," terang Heryy.

Herry menambahkan, hingga kini ancaman seperti yang terjadi di pesawat Northwest memang belum tercium. Namun pihaknya akan terus meningkatkan keamanan bagi para penumpang, apalagi saat ini sedang peak seasons.

"Personel yang mestinya cuti jadi tidak cuti," kata Herry.

Pada Jumat 25 Desember, 253 penumpang pesawat Northwest Airlines dari Amsterdam tujuan Detroit dikejutkan dengan rencana aksi peledakan yang akan dilakukan oleh warga negara Nigeria, Umar Farouk Abdulmutallab. Abdulmutallab saat itu berencana meledakkan pesawat dengan memicu detonator bahan peledak yang sudah dilekatkan di tubuhnya.

Aksi Abdulmutallab tersebut digagalkan oleh seorang pria warga Belanda, Jasper Schuringa, yang melihat benda terbakar pada diri Abdulmutallab. Pasca insiden itu, pengamanan bandara di seluruh dunia pun ditingkatkan. Otoritas bandara berencana memperbaiki sistem pemindai keamanan.
(ddt/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    0%
    Kontra
    100%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel