Evaluasi Haji
Dari Pemondokan, Transportasi hingga Katering
Senin, 28/12/2009 00:56 WIB
Jakarta
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Departemen Agama melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan haji tahun 2009. Ada tiga fokus evaluasi yang dilakukan, yakni pemondokan, transportasi dan katering.
"Yang jelas, hasil evaluasi akan kita gunakan untuk memperbaiki kinerja atau kekurangan yang ada saat ini. Kita berharap Penyelenggaraan Haji 2010 Lebih baik lagi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Slamet Riyanto melalui rilis yang diterima detikcom, Minggu (27/12/2009) malam.
Menurut Slamet, pusat persoalan haji pada dasarnya berada di masalah pemondokan di Makkah. Jika persoalan tersebut bisa diatasi, diprediksi hampir 80 persen persoalan haji bisa diselesaikan.
Pada musim haji tahun ini, kata Slamet, Indonesia bisa menempatkan jamaah haji di ring I sekitar 27 persen, yaitu 51.000 jamaah, dari total 191.000 jamaah. Jumlah tersebut merupakan langkah yang cukup signifikan
Sebab, menurut pengakuan muasassah (konsorsium penyelenggara haji yang dipercaya Kementerian Haji Arab Saudi-Red) sendiri, penempatan total jamaah haji seluruh dunia di wilayah ring II sebesar 70-80 persen. "Itu berarti kita sudah cukup banyak. Malaysia saja kalau yang sering dibanding-bandingkan jumlah jamaahnya hanya 26.000 tidak seluruhnya ada di wilayah ring I. Nah, ini ke depan kita memang akan ada persaingan yang ketat, sebab kita berusaha untuk bagaimana mendekatkan jamaah kita ke Masjidil haram," jelasnya.
Slamet menjelaskan, adanya keinginan mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram, otomatis memudahkan sistem transportasi menuju Masjidil Haram. Sehingga jamaah tidak perlu lagi memerlukan kendaraan menuju Masjidil Haram.
"Tinggal jalan kaki saja, kan sudah di ring I," imbuhnya.
Sementara, dalam bidang transportasi, dengan kondisi jamaah yang sangat banyak, menyulitkan aspek transportasi di kota Makkah. Meski menggunakan alat transportasi, pengiriman jamaah tetap sulit dilakukan.
"Kita sendiri ikut melihat dan mengamati. Jadi, jangan mimpi kalau orang lagi banyak begitu kemudian kita kepingin lancar. Malah lebih enak jalan kaki sebenarnya," terang Slamet.
Sedangkan mengenai persoalan katering, Slamet mengatakan, dari hasil angket tingkat kepuasan jamaah atas layanan katering mencapai 92 persen. Namun, dengan adanya berbagai usulan, seperti apa sistem katering yang akan datang akan dilakukan kajian mendalam apakah prasmanan atau kembali ke boks.
"Ini harus dikaji betul jangan sampai ada pendapat, kita mundur," pungkasnya.
(ape/ape)
"Yang jelas, hasil evaluasi akan kita gunakan untuk memperbaiki kinerja atau kekurangan yang ada saat ini. Kita berharap Penyelenggaraan Haji 2010 Lebih baik lagi," kata Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Slamet Riyanto melalui rilis yang diterima detikcom, Minggu (27/12/2009) malam.
Menurut Slamet, pusat persoalan haji pada dasarnya berada di masalah pemondokan di Makkah. Jika persoalan tersebut bisa diatasi, diprediksi hampir 80 persen persoalan haji bisa diselesaikan.
Pada musim haji tahun ini, kata Slamet, Indonesia bisa menempatkan jamaah haji di ring I sekitar 27 persen, yaitu 51.000 jamaah, dari total 191.000 jamaah. Jumlah tersebut merupakan langkah yang cukup signifikan
Sebab, menurut pengakuan muasassah (konsorsium penyelenggara haji yang dipercaya Kementerian Haji Arab Saudi-Red) sendiri, penempatan total jamaah haji seluruh dunia di wilayah ring II sebesar 70-80 persen. "Itu berarti kita sudah cukup banyak. Malaysia saja kalau yang sering dibanding-bandingkan jumlah jamaahnya hanya 26.000 tidak seluruhnya ada di wilayah ring I. Nah, ini ke depan kita memang akan ada persaingan yang ketat, sebab kita berusaha untuk bagaimana mendekatkan jamaah kita ke Masjidil haram," jelasnya.
Slamet menjelaskan, adanya keinginan mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram, otomatis memudahkan sistem transportasi menuju Masjidil Haram. Sehingga jamaah tidak perlu lagi memerlukan kendaraan menuju Masjidil Haram.
"Tinggal jalan kaki saja, kan sudah di ring I," imbuhnya.
Sementara, dalam bidang transportasi, dengan kondisi jamaah yang sangat banyak, menyulitkan aspek transportasi di kota Makkah. Meski menggunakan alat transportasi, pengiriman jamaah tetap sulit dilakukan.
"Kita sendiri ikut melihat dan mengamati. Jadi, jangan mimpi kalau orang lagi banyak begitu kemudian kita kepingin lancar. Malah lebih enak jalan kaki sebenarnya," terang Slamet.
Sedangkan mengenai persoalan katering, Slamet mengatakan, dari hasil angket tingkat kepuasan jamaah atas layanan katering mencapai 92 persen. Namun, dengan adanya berbagai usulan, seperti apa sistem katering yang akan datang akan dilakukan kajian mendalam apakah prasmanan atau kembali ke boks.
"Ini harus dikaji betul jangan sampai ada pendapat, kita mundur," pungkasnya.
(ape/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
281 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
