Eko Patrio: Tidak Semua Infotainment Ghibah
Sabtu, 26/12/2009 16:12 WIB
Jakarta
Eko Patrio angkat bicara seputar fatwa PBNU yang mengharamkan infotainment ghibah. Bagi aggota Komisi X DPR itu, tidak semua infotainment ghibah alias berisi gosip saja.
"Saya melihat tidak semua infotainment ghibah. Ada juga infotainment yang telah menerapkan dasar-dasar jurnalistik, ada juga yang tidak. Terlepas dari pernyataan NU, infotainment kini harus melakukan pembenahan," kata Eko kepada detikcom, Sabtu (26/12/2009).
Menurut dia, infotainment yang telah masuk ke ranah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) harus mengedepankan kode etik jurnalistik.
"Jadi harus ada kesepakatan bersama. Teman-teman infotainment, broadcasting, pekerja seni dan PWI berkumpul untuk menyatakan sikap akan mengedepankan kaidah jurnalistik. Bukan sekadar ngomongin orang tetapi tidak punya bukti yang kuat," papar politisi PAN ini.
Suami artis Viona Rosalina ini menambahkan, Depkominfo juga harus bertanggung jawab menertibkan infotainment yang tidak menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
"Saat bebenah, jangan sampai infotainment dimusuhi si narasumber. Sebab, yang dirugikan nanti pemirsa di rumah yang ingin mendapatkan berita hiburan," kata presenter kondang ini.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, tayangan infotainment ghibah atau gosip hukumnya haram.
Fatwa haram tersebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya, Juli 2006 lalu. Karena itulah, PBNU mendesak tayangan infotainment gosip segera dihentikan.
(aan/djo)
"Saya melihat tidak semua infotainment ghibah. Ada juga infotainment yang telah menerapkan dasar-dasar jurnalistik, ada juga yang tidak. Terlepas dari pernyataan NU, infotainment kini harus melakukan pembenahan," kata Eko kepada detikcom, Sabtu (26/12/2009).
Menurut dia, infotainment yang telah masuk ke ranah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) harus mengedepankan kode etik jurnalistik.
"Jadi harus ada kesepakatan bersama. Teman-teman infotainment, broadcasting, pekerja seni dan PWI berkumpul untuk menyatakan sikap akan mengedepankan kaidah jurnalistik. Bukan sekadar ngomongin orang tetapi tidak punya bukti yang kuat," papar politisi PAN ini.
Suami artis Viona Rosalina ini menambahkan, Depkominfo juga harus bertanggung jawab menertibkan infotainment yang tidak menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
"Saat bebenah, jangan sampai infotainment dimusuhi si narasumber. Sebab, yang dirugikan nanti pemirsa di rumah yang ingin mendapatkan berita hiburan," kata presenter kondang ini.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan, tayangan infotainment ghibah atau gosip hukumnya haram.
Fatwa haram tersebut berdasarkan hasil Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya, Juli 2006 lalu. Karena itulah, PBNU mendesak tayangan infotainment gosip segera dihentikan.
(aan/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
281 Komentar
-
227 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
