Nama Ketua MK Dicatut, Dihargai Rp 85 Juta
Rabu, 23/12/2009 15:56 WIB
Jakarta
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengeluh karena namanya dicatut seseorang. Bahkan oknum tersebut sanggup memeras orang lain hingga Rp 85 juta.
Mahfud menceritakan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya di lantai 15, Gedung MK Jl Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Saat itu, kata dia, Barisan Merah Putih Indonesia Papua sedang memperkarakan UU Otonomi Khusus. Mereka ingin 11 kursi anggota DPRD Provinsi Papua diberikan kepada penduduk asli.
Namun oleh KPU, jatah kursi tersebut justru dibagikan melalui pemilu. Saat perkara sedang berjalan, Ketua dan Sekjen organisasi tersebut ditelepon oleh seseorang dari nomor 081288882355 yang mengaku bernama Mahfud.
"Katanya yang mengaku bernama saya itu menjanjikan memenangkan perkara tapi minta uang Rp 85 juta," jelas Mahfud.
Orang tersebut meminta agar uangnya ditransfer ke rekening istri Mahfud yang bernama Riska Handayani dengan No Rek BNI 0181791287.
"Ini pencatutan luar biasa," ujar Mahfud geram.
Ia menegaskan tidak pernah memiliki nomor telepon seperti itu. Bahkan nama istrinya pun salah, melainkan Zaizatun Nihayati.
"Dan istri saya nggak punya rekening di BNI," jelas Mahfud.
Mahfud meminta agar polisi mengusut tuntas kasus ini. Pasalnya, ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Dalam kesempatan ini ia juga menegaskan, tidak ada hubungan antara putusan MK nantinya dengan masalah uang. "Seumpama dia menang, dia menang sendiri, kalah bukan karena uang kurang, menang bukan karena uang juga," tegasnya.
(mok/irw)
Mahfud menceritakan hal itu kepada wartawan di ruang kerjanya di lantai 15, Gedung MK Jl Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Saat itu, kata dia, Barisan Merah Putih Indonesia Papua sedang memperkarakan UU Otonomi Khusus. Mereka ingin 11 kursi anggota DPRD Provinsi Papua diberikan kepada penduduk asli.
Namun oleh KPU, jatah kursi tersebut justru dibagikan melalui pemilu. Saat perkara sedang berjalan, Ketua dan Sekjen organisasi tersebut ditelepon oleh seseorang dari nomor 081288882355 yang mengaku bernama Mahfud.
"Katanya yang mengaku bernama saya itu menjanjikan memenangkan perkara tapi minta uang Rp 85 juta," jelas Mahfud.
Orang tersebut meminta agar uangnya ditransfer ke rekening istri Mahfud yang bernama Riska Handayani dengan No Rek BNI 0181791287.
"Ini pencatutan luar biasa," ujar Mahfud geram.
Ia menegaskan tidak pernah memiliki nomor telepon seperti itu. Bahkan nama istrinya pun salah, melainkan Zaizatun Nihayati.
"Dan istri saya nggak punya rekening di BNI," jelas Mahfud.
Mahfud meminta agar polisi mengusut tuntas kasus ini. Pasalnya, ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Dalam kesempatan ini ia juga menegaskan, tidak ada hubungan antara putusan MK nantinya dengan masalah uang. "Seumpama dia menang, dia menang sendiri, kalah bukan karena uang kurang, menang bukan karena uang juga," tegasnya.
(mok/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Usai kelulusan UN, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
241 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
