Rachmat Witoelar: COP 15 Bukan Tanpa Hasil, Masih Banyak Peluang dan Manfaat
Rabu, 23/12/2009 12:41 WIB
Jakarta
Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (COP 15) pada 7-19 Desember telah menghasilkan Copenhagen Accord (CA). CA ini merupakan pernyataan politik yang tidak mengikat secara hukum.
Menurut Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Rachmat Witoelar, besarnya harapan dunia terhadap pertemuan COP 15 dijawab oleh sekitar 120 kepala negara di dunia dengan sebuah keputusan politik.
"Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah perundingan alot di menit-menit terakhir antara Amerika Serikat dengan China, India, Brazil dan Afrika Selatan. Namun COP 15 bukan tanpa hasil. Banyak peluang baru dan manfaat lebih dalam kerangka menyelamatkan Bumi ini termasuk bagi Indonesia. CA ini bukan langkah maju, tapi kita tetap melangkah ke depan," kata Rachmat Witoelar.
Hal tersebut dia sampaikan saat jumpa pers bersama delegasi Indonesia yang ikut di ajang COP 15, di Hotel Century Atlet, Senayan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Rachmat menjelaskan, CA dianggap telah berhasil mengkodifikasi komitmen masing-masing negara peserta untuk melakukan aksi-aksi menanggulangi perubahan iklim terutama mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan (melakukan deep cuts). Pada tahun 2015 nanti, akan dilakukan semacam evaluasi terutama yang berkaitan dengan pembatasan suhu global 1,5 derajat celcius sebagaimana yang dituntut oleh sebagian negara peserta.
Dia menjelaskan, negara-negara Annex I (negara industri maju) menyetujui adanya sistem pemantauan dan pelaporan atas target-target pengurangan emisi dan penyediaan pendanaan. Sementara negara-negara Non-Annex I (negara berkembang) menetapkan bahwa pengurangan emisi juga perlu diukur, dilaporkan dan diverifikasi oleh negara masing-masing dan dikomunikasikan ke UNFCCC setiap dua tahun.
"Namun aksi mitigasi oleh negara berkembang yang dibantu oleh pendanaan dan alih teknologi dari negara maju akan dicatat dalam registry dan harus melalui pengukuran, pelaporan dan verifikasi internasional sesuai dengan panduan yang akan dibuat oleh UNFCCC," bebernya.
CA, imbuh Rachmat, juga memuat komitmen negara-negara untuk menyediakan dana US$ 30 miliar untuk tahun 2010-2012 untuk pendanaan yang seimbang bagi adaptasi mitigasi yang disalurkan melalui lembaga internasional.
Upaya-upaya yang akan dilakukan untuk terus mengurangi emisi karbon oleh negara-negara peserta, lanjut Rachmat, adalah dengan melalui energi konservasi, standar efisiensi kendaraan, peningkatan pengelolaan sumber daya air, pengembangan varietas bibit padi, boigas, rehabilitasi lahan dan hutan, penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta pengembangan pengelolaan sampah.
(anw/nrl)
Menurut Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Rachmat Witoelar, besarnya harapan dunia terhadap pertemuan COP 15 dijawab oleh sekitar 120 kepala negara di dunia dengan sebuah keputusan politik.
"Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah perundingan alot di menit-menit terakhir antara Amerika Serikat dengan China, India, Brazil dan Afrika Selatan. Namun COP 15 bukan tanpa hasil. Banyak peluang baru dan manfaat lebih dalam kerangka menyelamatkan Bumi ini termasuk bagi Indonesia. CA ini bukan langkah maju, tapi kita tetap melangkah ke depan," kata Rachmat Witoelar.
Hal tersebut dia sampaikan saat jumpa pers bersama delegasi Indonesia yang ikut di ajang COP 15, di Hotel Century Atlet, Senayan, Jakarta, Rabu (23/12/2009).
Rachmat menjelaskan, CA dianggap telah berhasil mengkodifikasi komitmen masing-masing negara peserta untuk melakukan aksi-aksi menanggulangi perubahan iklim terutama mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan (melakukan deep cuts). Pada tahun 2015 nanti, akan dilakukan semacam evaluasi terutama yang berkaitan dengan pembatasan suhu global 1,5 derajat celcius sebagaimana yang dituntut oleh sebagian negara peserta.
Dia menjelaskan, negara-negara Annex I (negara industri maju) menyetujui adanya sistem pemantauan dan pelaporan atas target-target pengurangan emisi dan penyediaan pendanaan. Sementara negara-negara Non-Annex I (negara berkembang) menetapkan bahwa pengurangan emisi juga perlu diukur, dilaporkan dan diverifikasi oleh negara masing-masing dan dikomunikasikan ke UNFCCC setiap dua tahun.
"Namun aksi mitigasi oleh negara berkembang yang dibantu oleh pendanaan dan alih teknologi dari negara maju akan dicatat dalam registry dan harus melalui pengukuran, pelaporan dan verifikasi internasional sesuai dengan panduan yang akan dibuat oleh UNFCCC," bebernya.
CA, imbuh Rachmat, juga memuat komitmen negara-negara untuk menyediakan dana US$ 30 miliar untuk tahun 2010-2012 untuk pendanaan yang seimbang bagi adaptasi mitigasi yang disalurkan melalui lembaga internasional.
Upaya-upaya yang akan dilakukan untuk terus mengurangi emisi karbon oleh negara-negara peserta, lanjut Rachmat, adalah dengan melalui energi konservasi, standar efisiensi kendaraan, peningkatan pengelolaan sumber daya air, pengembangan varietas bibit padi, boigas, rehabilitasi lahan dan hutan, penanganan kebakaran hutan dan lahan, serta pengembangan pengelolaan sampah.
(anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
241 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
