Depkes Tanggapi Pendemo
Rabu, 23/12/2009 09:33 WIB
Jakarta
Berikut ini adalah penjelasan Depkes terkait berita detikcom pada Senin 21 Desember dalam berita berjudul 'Foto Menkes Dibakar di Depan Istana'.
Sehubungan dengan berita detiknews Senin, 21 Desember pukul 15.41 WIB, dengan ini kami sampaikan klarifikasi agar masyarakat mengetahui permasalahan yang sebenarnya sebagai berikut:
1. Prosedur pencegahan untuk eliminasi filariasis telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1977. Pengobatan filariasis juga telah dilakukan di lebih 50 negara di wilayah Afrika, Amerika, Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediteranian Timur yang mencakup 496 juta orang. Pengobatan massal filariasis di dunia tidak ada laporan kasus efek samping.
2. Di Indonesia, 316 dari 471 kabupaten/kota endemis filariasis. Disebut endemis jika di wilayah itu ada satu persen atau lebih penduduknya mengidap mikrofilaria dalam darahnya. Berdasarkan hasil pemetaan, prevalensi mikrofilaria di Indonesia 19% dari seluruh populasi. Jika tidak dilakukan pengobatan massal, sekitar 40 juta penduduk akan menjadi cacat disamping sebagai sumber penularan. Penyakit ini ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.
3. Meninggalnya 8 warga Kab. Bandung bukan karena obat filariasis. Berdasarkan hasil investigasi Komite Ahli Pengobatan Filariasis (KAPFI) yang diketuai Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., diketahui 3 orang tidak minum obat filariasis dan 5 kematian lainnya terjadi karena penyakit lain yang telah diderita sebelumnya.
4. Tentang Namru-2 (Naval Army Medical Unit 2) sudah dihentikan sejak Oktober 2009 atau tidak beroperasi lagi. Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, berpendapat kerja sama dengan luar negeri di bidang kesehatan tetap diperlukan termasuk dengan Amerika Serikat. Kini, bentuk kerja sama dengan Depkes Amerika masih dibahas kembali dalam kerangka kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak, transparan, akuntabel dan setara. Kerja sama baru juga tidak ada unsur militer.
5. Program Jamkesmas tetap dilanjutkan. Bahkan dalam program 100 hari kepesertaan Jamkesmas diperluas cakupannya yaitu masyarakat miskin penghuni panti sosial, masyarakat miskin penghuni Lapas/Rutan dan masyarakat miskin akibat bencana. Jamkesmas sudah berlaku sejak ditandatangani kesepakatan bersama antara Menkes, Mensos, Menhuk dan HAM serta Mendagri tanggal 17 Desember 2009 dan cukup membawa surat pengantar dari Kepala Panti/Rutan/Lapas.
6. Koordinasi Depkes di bawah Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, tetap berjalan baik karena didukung seluruh staf dan pimpinan.
(nrl/asy)
Sehubungan dengan berita detiknews Senin, 21 Desember pukul 15.41 WIB, dengan ini kami sampaikan klarifikasi agar masyarakat mengetahui permasalahan yang sebenarnya sebagai berikut:
1. Prosedur pencegahan untuk eliminasi filariasis telah direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 1977. Pengobatan filariasis juga telah dilakukan di lebih 50 negara di wilayah Afrika, Amerika, Asia Tenggara, Pasifik Barat dan Mediteranian Timur yang mencakup 496 juta orang. Pengobatan massal filariasis di dunia tidak ada laporan kasus efek samping.
2. Di Indonesia, 316 dari 471 kabupaten/kota endemis filariasis. Disebut endemis jika di wilayah itu ada satu persen atau lebih penduduknya mengidap mikrofilaria dalam darahnya. Berdasarkan hasil pemetaan, prevalensi mikrofilaria di Indonesia 19% dari seluruh populasi. Jika tidak dilakukan pengobatan massal, sekitar 40 juta penduduk akan menjadi cacat disamping sebagai sumber penularan. Penyakit ini ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.
3. Meninggalnya 8 warga Kab. Bandung bukan karena obat filariasis. Berdasarkan hasil investigasi Komite Ahli Pengobatan Filariasis (KAPFI) yang diketuai Prof. Dr. dr. Purwantyastuti, M.Sc., diketahui 3 orang tidak minum obat filariasis dan 5 kematian lainnya terjadi karena penyakit lain yang telah diderita sebelumnya.
4. Tentang Namru-2 (Naval Army Medical Unit 2) sudah dihentikan sejak Oktober 2009 atau tidak beroperasi lagi. Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr. PH, berpendapat kerja sama dengan luar negeri di bidang kesehatan tetap diperlukan termasuk dengan Amerika Serikat. Kini, bentuk kerja sama dengan Depkes Amerika masih dibahas kembali dalam kerangka kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak, transparan, akuntabel dan setara. Kerja sama baru juga tidak ada unsur militer.
5. Program Jamkesmas tetap dilanjutkan. Bahkan dalam program 100 hari kepesertaan Jamkesmas diperluas cakupannya yaitu masyarakat miskin penghuni panti sosial, masyarakat miskin penghuni Lapas/Rutan dan masyarakat miskin akibat bencana. Jamkesmas sudah berlaku sejak ditandatangani kesepakatan bersama antara Menkes, Mensos, Menhuk dan HAM serta Mendagri tanggal 17 Desember 2009 dan cukup membawa surat pengantar dari Kepala Panti/Rutan/Lapas.
6. Koordinasi Depkes di bawah Menkes dr. Endang R. Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, tetap berjalan baik karena didukung seluruh staf dan pimpinan.
(nrl/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
241 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
