'(Jangan) Kumpulkan Koin untuk Manohara' Muncul di Facebook
Selasa, 22/12/2009 11:45 WIB
Jakarta
Kesuksesan koin untuk Prita Mulyasari mengilhami facebooker untuk menggalang gerakan serupa tapi tak sama. Salah satunya muncul gerakan untuk artis Manohara Odelia Pinot. Namun gerakan ini agak nyeleneh. Ia menyelipkan ledekan untuk Manohara.
Gerakan untuk Manohara di facebook bernama '(Jangan) Kumpulkan Koin Untuk Manohara'. Ada foto istri pangeran Kesultanan Kelantan Malaysia Tengku Fakhry itu tersenyum manis tengah duduk di kursi. Mano mengenakan baju kurung khas melayu lengkap dengan kerudung panjang warna orange.
Di bawah foto yang biasa diisi diskripsi tentang pemilik akun ditulisi agar uang yang dikumpulkan tidak berupa uang recehan. "Jangan koin dong....kan malu gw...seratus ribuan kek," demikian tulisan di akun Mano dalam kolom 'about me'. Saat ini telah ada 52 orang yang menjadi anggota grup ini.
Kisah Mano beberapa waktu lalu sempat menghebohkan media massa di Indonesia. Manohara kabur dari sang suami yang disebutnya menculik dan menyiksanya. Cerita Mano yang bak drama itu pun kemudian dibuat sinetron dengan judul 'Manohara'.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Tengku Fakhry pun menggugat ke pengadilan Malaysia. Dua kali Manohara pun kalah menghadapi Fakhry yang dituntut menceraikannya itu. Mahkamah Syariah Malaysia pertengahan Desember lalu memutus Mano bersalah dan harus kembali kepada suaminya. Mano juga dikenai kewajiban mengembalikan uang RM 1,2 juta atau sekitar Rp 3,3 miliar.
Sebelumnya, Manohara juga kalah di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur. Dalam putusannya, Mahkamah Tinggi memvonis Mano dengan hukuman harus membayar uang sebesar 105 juta Ringgit Malaysia atau senilai dengan Rp 291 miliar lebih. Mano saat itu dinyatakan bersalah telah menyebar fitnah.
Namun Mano menolak memenuhi putusan pengadilan tersebut. Mano merasa sebagai warga negara Indonesia sehingga tidak perlu patuh pada putusan pengadilan di negeri Jiran itu. Terlebih ia merasa sebagai pihak yang disakiti oleh Fakhry.
Ia menilai Pengadilan Malaysia tidak fair sehingga tidak menghadiri sidang tersebut. "Karena yang menunjuk hakim kan Raja Kelantan dan hukumnya pasti berpihak ke sana. Di negara kita saja bisa merasakan kekuatan mereka, apalagi di Kelantan," kata Manohara.
Drama Manohara memang menjadi pro kontra. Tidak hanya di Tanah Air, tapi juga di Malaysia. Awalnya banyak pihak bersimpati pada Manohara yang seperti menjadi simbol ketertindasan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Namun belakangan banyak pihak yang mencibir Mano.
Entahlah, mungkin karena itulah gerakan di facebook untuk Mano terasa tidak setulus gerakan untuk Prita. Gerakan untuk Mano tidak tegas apakah menyerukan mengumpulkan uang untuk membantu Mano atau justru melarangnya. Gerakan ini sebuah ledekan atau cuma lelucon ringan?
(iy/nrl)
Gerakan untuk Manohara di facebook bernama '(Jangan) Kumpulkan Koin Untuk Manohara'. Ada foto istri pangeran Kesultanan Kelantan Malaysia Tengku Fakhry itu tersenyum manis tengah duduk di kursi. Mano mengenakan baju kurung khas melayu lengkap dengan kerudung panjang warna orange.
Di bawah foto yang biasa diisi diskripsi tentang pemilik akun ditulisi agar uang yang dikumpulkan tidak berupa uang recehan. "Jangan koin dong....kan malu gw...seratus ribuan kek," demikian tulisan di akun Mano dalam kolom 'about me'. Saat ini telah ada 52 orang yang menjadi anggota grup ini.
Kisah Mano beberapa waktu lalu sempat menghebohkan media massa di Indonesia. Manohara kabur dari sang suami yang disebutnya menculik dan menyiksanya. Cerita Mano yang bak drama itu pun kemudian dibuat sinetron dengan judul 'Manohara'.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Tengku Fakhry pun menggugat ke pengadilan Malaysia. Dua kali Manohara pun kalah menghadapi Fakhry yang dituntut menceraikannya itu. Mahkamah Syariah Malaysia pertengahan Desember lalu memutus Mano bersalah dan harus kembali kepada suaminya. Mano juga dikenai kewajiban mengembalikan uang RM 1,2 juta atau sekitar Rp 3,3 miliar.
Sebelumnya, Manohara juga kalah di Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur. Dalam putusannya, Mahkamah Tinggi memvonis Mano dengan hukuman harus membayar uang sebesar 105 juta Ringgit Malaysia atau senilai dengan Rp 291 miliar lebih. Mano saat itu dinyatakan bersalah telah menyebar fitnah.
Namun Mano menolak memenuhi putusan pengadilan tersebut. Mano merasa sebagai warga negara Indonesia sehingga tidak perlu patuh pada putusan pengadilan di negeri Jiran itu. Terlebih ia merasa sebagai pihak yang disakiti oleh Fakhry.
Ia menilai Pengadilan Malaysia tidak fair sehingga tidak menghadiri sidang tersebut. "Karena yang menunjuk hakim kan Raja Kelantan dan hukumnya pasti berpihak ke sana. Di negara kita saja bisa merasakan kekuatan mereka, apalagi di Kelantan," kata Manohara.
Drama Manohara memang menjadi pro kontra. Tidak hanya di Tanah Air, tapi juga di Malaysia. Awalnya banyak pihak bersimpati pada Manohara yang seperti menjadi simbol ketertindasan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Namun belakangan banyak pihak yang mencibir Mano.
Entahlah, mungkin karena itulah gerakan di facebook untuk Mano terasa tidak setulus gerakan untuk Prita. Gerakan untuk Mano tidak tegas apakah menyerukan mengumpulkan uang untuk membantu Mano atau justru melarangnya. Gerakan ini sebuah ledekan atau cuma lelucon ringan?
(iy/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
241 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
