Selasa, 22/12/2009 10:41 WIB

Sri Mulyani Mendapat Anugerah Parahita Ekapraya

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat anugerah Parahita Ekapraya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan di puncak peringatan Hari Ibu. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden SBY.

Selain Sri Mulyani, ada 23 tokoh lainnya yang mendapatkan penghargaan yang sama.

Mereka di antaranya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Gubernur DIY Sri Sultan HBX, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan sejumlah kepala daerah lainnya.

Acara digelar di Sasono Langen Budoyo, Kompleks TMII, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2009) sejak pukul 10.00 WIB.

Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sedangkan Istri Wapres, Herawati Boediono, tidak didampingi Wapres Boediono karena pada saat yang bersamaan Boediono tengah dimintai keterangan oleh Pansus Angket Century.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II juga hadir antara lain Menkum HAM Patrialis Akbar, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Menkominfo Tifatul Sembiring.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%