detikcom

Selasa, 22/12/2009 10:41 WIB

Sri Mulyani Mendapat Anugerah Parahita Ekapraya

Anwar Khumaini - detikNews
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mendapat anugerah Parahita Ekapraya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan di puncak peringatan Hari Ibu. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Presiden SBY.

Selain Sri Mulyani, ada 23 tokoh lainnya yang mendapatkan penghargaan yang sama.

Mereka di antaranya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Gubernur DIY Sri Sultan HBX, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan sejumlah kepala daerah lainnya.

Acara digelar di Sasono Langen Budoyo, Kompleks TMII, Jakarta Timur, Selasa (22/12/2009) sejak pukul 10.00 WIB.

Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono. Sedangkan Istri Wapres, Herawati Boediono, tidak didampingi Wapres Boediono karena pada saat yang bersamaan Boediono tengah dimintai keterangan oleh Pansus Angket Century.

Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II juga hadir antara lain Menkum HAM Patrialis Akbar, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Menkominfo Tifatul Sembiring.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aan/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%