Praperadilan SKP2 Bibit-Chandra
Dari Rusak Pagar, Kejar Hakim, Hingga Baca Al Fatihah
Senin, 21/12/2009 20:16 WIB
Jakarta
Sejak pagi, puluhan pengunjuk rasa berdatangan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN) Jaksel, Jl Ampera Raya. Mereka hendak mengawal jalannya sidang putusan praperadilan SKPP atas nama Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Praperadilan itu dimohonkan oleh dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 3 LSM dengan Eggi Sudjana dan Farhat Abbas sebagai kuasa hukumnya. Ketiga LSM tersebut adalah Laskar Empati Pembela Bangsa (Lepas), Hajar Indonesia dan PPMI. Sedangkan kelompok kedua berasal dari Komunitas Advokad dan Masyarakat untuk Keadilan di bawah komando pengacara senior OC Kaligis.
Sidang yang semula dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB molor hingga siang. Sebagian massa menggelar aksi demonstrasi di depan kantor pengadilan, Senin (21/12/2009), sementara sebagian massa Lepas langsung masuk ke dalam gedung.
Hujan yang turun deras tidak membuat massa yang berorasi bergeming. Mereka tetap menggelar aksi dengan bertutup kepala spanduk dan atribut yang dibawa. Pagar pengadilan sempat digoyang-goyang hingga menimbulkan bunyi cukup keras.
Sekitar pukul 14.00 WIB, sidang putusan itu pun digelar. Permohonan kelompok Eggi Cs mendapat giliran pertama. Massa pendukung memadati ruang sidang hingga tiada satu jengkal kursi yang tersisa. Sidang dipimpin oleh hakim tunggal Kusno.
Satu jam membacakan putusan, Kusno memutuskan praperadilan ditolak dengan alasan ketiga LSM itu tidak berkapasitas mengajukan permohonan praperadilan. Karena tidak terima, massa kemudian mengejar Kusno ke luar ruang sidang utama Oemar Seno Adji.
Ruang hakim berada di lantai 2, sementara massa Lepas mencari-cari ke lantai 1. Pantauan detikcom , massa memburu Kusno sambil berteriak-teriak cukup kencang. Mereka mengamuk.
"Mari kita mendatangi hakim. Hakim telah meruntuhkan supremasi hukum," kata seorang anggota Lepas. "Hakim telah lalai. Tidak memberikan kepada kita apakah kita mau banding atau tidak," timpal yang lain.
Massa pun sempat ingin naik ke lantai 2, namun ditahan oleh petugas dari Polsek Metro Pasar Minggu di ujung tangga. Mereka juga bertekad menduduki pengadilan. Sementara massa yang berada di luar pengadilan mendobrak pagar pengadilan hingga jebol di bagian bawahnya. Eggi dan Farhat tak berbuat apa pun untuk meredam massa.
Akhirnya, keduanya bertemu dengan Ketua Pengadilan Herry Swantoro. Setelah itu, tanpa diketahui hasil pembicaraannya, mareka pulang dengan perasaan kesal dan dongkol.
Setelah massa Eggi pulang, giliran sidang permohonan praperadilan yang diajukan OC Kaligis digelar. Sebelum membacakan putusannya, hakim Tahsin berpesan apa pun putusan hakim agar disikapi dengan tenang. Belasan orang tampak memadati ruang sidang.
Nasib sama dialami oleh pemohon kedua ini. Hakim menolak gugatan praperadilan SKPP kedua pimpinan KPK yang diterbitkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 1 Desember. Namun, begitu hakim mengetuk palu tanda sidang ditutup, massa tetap di tempat duduknya masing-masing. Sebelum pulang, mereka membaca surat Al Fatihah bersama-sama.
"Mari demi tegaknya hukum di negeri ini kita membaca Al Fatihah bersama," ucap salah seorang di antara mereka. (irw/mok)
Praperadilan itu dimohonkan oleh dua kelompok. Kelompok pertama terdiri dari 3 LSM dengan Eggi Sudjana dan Farhat Abbas sebagai kuasa hukumnya. Ketiga LSM tersebut adalah Laskar Empati Pembela Bangsa (Lepas), Hajar Indonesia dan PPMI. Sedangkan kelompok kedua berasal dari Komunitas Advokad dan Masyarakat untuk Keadilan di bawah komando pengacara senior OC Kaligis.
Sidang yang semula dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB molor hingga siang. Sebagian massa menggelar aksi demonstrasi di depan kantor pengadilan, Senin (21/12/2009), sementara sebagian massa Lepas langsung masuk ke dalam gedung.
Hujan yang turun deras tidak membuat massa yang berorasi bergeming. Mereka tetap menggelar aksi dengan bertutup kepala spanduk dan atribut yang dibawa. Pagar pengadilan sempat digoyang-goyang hingga menimbulkan bunyi cukup keras.
Sekitar pukul 14.00 WIB, sidang putusan itu pun digelar. Permohonan kelompok Eggi Cs mendapat giliran pertama. Massa pendukung memadati ruang sidang hingga tiada satu jengkal kursi yang tersisa. Sidang dipimpin oleh hakim tunggal Kusno.
Satu jam membacakan putusan, Kusno memutuskan praperadilan ditolak dengan alasan ketiga LSM itu tidak berkapasitas mengajukan permohonan praperadilan. Karena tidak terima, massa kemudian mengejar Kusno ke luar ruang sidang utama Oemar Seno Adji.
Ruang hakim berada di lantai 2, sementara massa Lepas mencari-cari ke lantai 1. Pantauan detikcom , massa memburu Kusno sambil berteriak-teriak cukup kencang. Mereka mengamuk.
"Mari kita mendatangi hakim. Hakim telah meruntuhkan supremasi hukum," kata seorang anggota Lepas. "Hakim telah lalai. Tidak memberikan kepada kita apakah kita mau banding atau tidak," timpal yang lain.
Massa pun sempat ingin naik ke lantai 2, namun ditahan oleh petugas dari Polsek Metro Pasar Minggu di ujung tangga. Mereka juga bertekad menduduki pengadilan. Sementara massa yang berada di luar pengadilan mendobrak pagar pengadilan hingga jebol di bagian bawahnya. Eggi dan Farhat tak berbuat apa pun untuk meredam massa.
Akhirnya, keduanya bertemu dengan Ketua Pengadilan Herry Swantoro. Setelah itu, tanpa diketahui hasil pembicaraannya, mareka pulang dengan perasaan kesal dan dongkol.
Setelah massa Eggi pulang, giliran sidang permohonan praperadilan yang diajukan OC Kaligis digelar. Sebelum membacakan putusannya, hakim Tahsin berpesan apa pun putusan hakim agar disikapi dengan tenang. Belasan orang tampak memadati ruang sidang.
Nasib sama dialami oleh pemohon kedua ini. Hakim menolak gugatan praperadilan SKPP kedua pimpinan KPK yang diterbitkan oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 1 Desember. Namun, begitu hakim mengetuk palu tanda sidang ditutup, massa tetap di tempat duduknya masing-masing. Sebelum pulang, mereka membaca surat Al Fatihah bersama-sama.
"Mari demi tegaknya hukum di negeri ini kita membaca Al Fatihah bersama," ucap salah seorang di antara mereka. (irw/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
