Jamkesmas Terlalu Rumit, Rieke 'Oneng' Usul Utamakan Program SJSN
Senin, 21/12/2009 18:45 WIB
Jakarta
Anggota DPR Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka mengusulkan agar pemerintah lebih mengutamakan program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Program tersebut diyakini Rieke akan mampu meminimalisir masalah ketidakpuasan rakyat miskin terhadap pelayanan Rumas Sakit.
"Pembentukan SJSN ini memang bukan cara yang terakhir, tapi minimal bisa meminimalisir masalah ini," kata Rieke di Gedung Menko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2009).
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengemukakan, 67 persen pasien miskin kecewa terhadap pelayanan RS. ICW melakukan penelitian selama November 2009 dengan sampel 738 pasien miskin dengan komposisi 38,3 persen pasien laki-laki dan 61,7 persen pasien perempuan. Para pasien tersebut memegang kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), kartu Keluarga Miskin (Gakin) dan surat keterangan tidak mampu di 23 RS se-Jabodetabek.
Program Jamkesmas, menurut Rieke, dianggap terlalu rumit untuk rakyat kecil. Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap warga dinilai tidak mudah.
Program penting dalam SJSN tersebut berupa jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, serta kematian. SJSN juga tidak akan membebani keuangan negara.
"Karena berasal dari iuran dan ini diawasi oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional sebagai wali amanat," tambah Rieke.
Dan yang terpenting, SJSN akan menghilangkan perbedaan pelayanan terhadap pasien yang kaya dan miskin. "Pokoknya orang yang sakit harus dilayani sesuai dengan penyakitnya, bukan karena status sosialnya," tandasnya.
(mok/irw)
"Pembentukan SJSN ini memang bukan cara yang terakhir, tapi minimal bisa meminimalisir masalah ini," kata Rieke di Gedung Menko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2009).
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengemukakan, 67 persen pasien miskin kecewa terhadap pelayanan RS. ICW melakukan penelitian selama November 2009 dengan sampel 738 pasien miskin dengan komposisi 38,3 persen pasien laki-laki dan 61,7 persen pasien perempuan. Para pasien tersebut memegang kartu jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas), kartu Keluarga Miskin (Gakin) dan surat keterangan tidak mampu di 23 RS se-Jabodetabek.
Program Jamkesmas, menurut Rieke, dianggap terlalu rumit untuk rakyat kecil. Syarat yang harus dipenuhi oleh setiap warga dinilai tidak mudah.
Program penting dalam SJSN tersebut berupa jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, hari tua, pensiun, serta kematian. SJSN juga tidak akan membebani keuangan negara.
"Karena berasal dari iuran dan ini diawasi oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional sebagai wali amanat," tambah Rieke.
Dan yang terpenting, SJSN akan menghilangkan perbedaan pelayanan terhadap pasien yang kaya dan miskin. "Pokoknya orang yang sakit harus dilayani sesuai dengan penyakitnya, bukan karena status sosialnya," tandasnya.
(mok/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
