Banyak Insiden Penerbangan, Rapor Menhub Merah
Senin, 21/12/2009 09:13 WIB
Jakarta
Belum genap 100 hari, rapor Menteri Perhubungan Freddy Numberi dipenuhi angka merah. Banyaknya insiden angkutan umum, utamanya pesawat terbang komersial, menjadi pemicu nilai merah itu.
"Kalau diberi nilai, kinerja (Menhub) yang sekarang itu sekitar 5 sampai 5,5, dalam artian rapornya masih merah," ujar anggota Komisi V (Perhubungan) DPR Yudi Widiana Adia saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/12/2009).
Sejumlah insiden penerbangan telah berulang kali terjadi mulai pecah ban, gangguan kemudi hingga gangguan listrik pesawat. Terbaru adalah insiden pesawat Merpati yang pecah ban sehingga tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Senin dinihari.
"Kita tentu sangat menyayangkan hal ini, padahal minat penumpang sedang tinggi karena menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Yudi.
Karena seringnya permasalahan di Departemen Perhubungan, khususunya perhubungan udara, Komisi V berencana akan meninjau langsung keadaan berbagai bandara besar di Indonesia.
"Kita akan meninjau karena pecah ban itu bisa terjadi karena banyak faktor, misalnya landasan tidak layak, ban tidak orisinil atau vulkanisir atau karena ada faktor lain. Makanya nanti kita akan cek itu," kata politisi PKS ini.
Namun meski memberi rapor merah pada Menhub, Yudi menilai Menhub belum perlu diganti dalam waktu dekat. "Reshuffle tentunya itu hak prerogatif Presiden tapi harus setelah 100 harinya dulu, karena batas waktu uji cobanya 100 hari," kata Yudi.
(her/nrl)
"Kalau diberi nilai, kinerja (Menhub) yang sekarang itu sekitar 5 sampai 5,5, dalam artian rapornya masih merah," ujar anggota Komisi V (Perhubungan) DPR Yudi Widiana Adia saat berbincang dengan detikcom, Senin (21/12/2009).
Sejumlah insiden penerbangan telah berulang kali terjadi mulai pecah ban, gangguan kemudi hingga gangguan listrik pesawat. Terbaru adalah insiden pesawat Merpati yang pecah ban sehingga tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Senin dinihari.
"Kita tentu sangat menyayangkan hal ini, padahal minat penumpang sedang tinggi karena menjelang Natal dan Tahun Baru," kata Yudi.
Karena seringnya permasalahan di Departemen Perhubungan, khususunya perhubungan udara, Komisi V berencana akan meninjau langsung keadaan berbagai bandara besar di Indonesia.
"Kita akan meninjau karena pecah ban itu bisa terjadi karena banyak faktor, misalnya landasan tidak layak, ban tidak orisinil atau vulkanisir atau karena ada faktor lain. Makanya nanti kita akan cek itu," kata politisi PKS ini.
Namun meski memberi rapor merah pada Menhub, Yudi menilai Menhub belum perlu diganti dalam waktu dekat. "Reshuffle tentunya itu hak prerogatif Presiden tapi harus setelah 100 harinya dulu, karena batas waktu uji cobanya 100 hari," kata Yudi.
(her/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 19:32 WIB
Lulus UN, Polresta Pekanbaru Razia Tempat Hiburan Malam
-
Sabtu, 26/05/2012 19:28 WIB
Dua Tewas Akibat Angin Kencang di Nagan Raya
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:13 WIB
Satu Pembunuh Wartawan Senior TVRI Ditangkap di Karawang
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Paman dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
240 Komentar
-
225 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
