Golkar Puji Pidato Presiden SBY di KTT Perubahan Iklim
Sabtu, 19/12/2009 18:13 WIB
Jakarta
Partai Golkar memuji pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen. Pidato SBY dinilai sebagai solusi global untuk mempertemukan perbedaan antara negara-negara industri maju dengan negara-negara berkembang.
“Pidato Pak SBY sangat luar biasa. Pidato tersebut merupakan solusi global bagi tercapainya kesepakatan yang selama ini diprediksi akan mengalami jalan buntu. Apa yang dilakukan beliau di sana sangat membanggakan bagi kita sebagai rakyat Indonesia,” ujar Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Golkar Ade Komarudin melalui siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (19/12/2009).
“Bagaimana tidak bangga, negara-negara maju sangat mengharapkan Presiden Indonesia sebagai jembatan untuk mempertemukan perbedaan kepentingan negara-negara maju dan berkembang,” katanya.
Menurut Ade, sikap Indonesia yang mendorong negara-negara maju dan berkembang untuk melakukan dan memberikan hal yang lebih demi tercapainya konsensus di Kopenhagen, menunjukkan betapa besarnya peranan Indonesia menjembatani perbedaan kepentingan negara-negara maju dan berkembang.
“Kesepakatan yang dicapai pada KTT Perubahan Iklim, tidak lepas dari peran aktif Indonesia. Beliau memainkan peranan yang demikian besar pada KTT Iklim Kopenhagen,” puji Ade.
Dijelaskan oleh Ade, tidaklah mudah untuk mencapai kesepakatan penurunan emisi gas karbon (CO2) mengingat demikian besarnya perbedaan kepentingan antara negara industri maju dengan negara berkembang. Lebih lanjut Ade mengungkapkan, bahwa komitmen Indonesia dalam penurunan emisi gas karbon (CO2) hingga 26 persen sampai dengan tahun 2020, harus dijadikan contoh bagi negara-negara industri maju.
“Indonesia bukan negara penghasil emisi gas karbon terbesar, tapi berani menargetkan penurunan hingga 26 persen. Semestinya negara-negara maju melakukan lebih besar ketimbang Indonesia. Kesadaran negara-negara industri maju terhadap pemanasan global tampak kurang bila melihat alotnya perundingan,” jelasnya.
Partai Golkar, katanya, mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas karbon (CO2). “Kami mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah dengan catatan kepentingan nasional harus diutamakan. Jangan sampai apa yang kita lakukan untuk kepentingan global, bangsa Indonesia tidak memperoleh manfaat,” tutur Ade.
“Indonesia harus memperoleh fasilitas pendanaan dari negara-negara industri maju terkait mitigasi dan adaptasi,” tutupnya.
(ape/ape)
“Pidato Pak SBY sangat luar biasa. Pidato tersebut merupakan solusi global bagi tercapainya kesepakatan yang selama ini diprediksi akan mengalami jalan buntu. Apa yang dilakukan beliau di sana sangat membanggakan bagi kita sebagai rakyat Indonesia,” ujar Ketua Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup DPP Partai Golkar Ade Komarudin melalui siaran pers yang diterima detikcom, Sabtu (19/12/2009).
“Bagaimana tidak bangga, negara-negara maju sangat mengharapkan Presiden Indonesia sebagai jembatan untuk mempertemukan perbedaan kepentingan negara-negara maju dan berkembang,” katanya.
Menurut Ade, sikap Indonesia yang mendorong negara-negara maju dan berkembang untuk melakukan dan memberikan hal yang lebih demi tercapainya konsensus di Kopenhagen, menunjukkan betapa besarnya peranan Indonesia menjembatani perbedaan kepentingan negara-negara maju dan berkembang.
“Kesepakatan yang dicapai pada KTT Perubahan Iklim, tidak lepas dari peran aktif Indonesia. Beliau memainkan peranan yang demikian besar pada KTT Iklim Kopenhagen,” puji Ade.
Dijelaskan oleh Ade, tidaklah mudah untuk mencapai kesepakatan penurunan emisi gas karbon (CO2) mengingat demikian besarnya perbedaan kepentingan antara negara industri maju dengan negara berkembang. Lebih lanjut Ade mengungkapkan, bahwa komitmen Indonesia dalam penurunan emisi gas karbon (CO2) hingga 26 persen sampai dengan tahun 2020, harus dijadikan contoh bagi negara-negara industri maju.
“Indonesia bukan negara penghasil emisi gas karbon terbesar, tapi berani menargetkan penurunan hingga 26 persen. Semestinya negara-negara maju melakukan lebih besar ketimbang Indonesia. Kesadaran negara-negara industri maju terhadap pemanasan global tampak kurang bila melihat alotnya perundingan,” jelasnya.
Partai Golkar, katanya, mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas karbon (CO2). “Kami mendukung setiap langkah yang diambil pemerintah dengan catatan kepentingan nasional harus diutamakan. Jangan sampai apa yang kita lakukan untuk kepentingan global, bangsa Indonesia tidak memperoleh manfaat,” tutur Ade.
“Indonesia harus memperoleh fasilitas pendanaan dari negara-negara industri maju terkait mitigasi dan adaptasi,” tutupnya.
(ape/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
230 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
