Kasus Century
Tolak Penonaktifan, SBY Tidak Mau Disetting Parlemen
Sabtu, 19/12/2009 06:06 WIB
Jakarta
Langkah Presiden SBY menolak imbauan penonaktifan Menkeu Sri Mulyani dan Wapres Boediono dinilai sebuah langkah tepat. Jika imbauan tersebut dituruti, Presiden hanya akan terjebak pada skenario DPR.
"Presiden sudah jelas nggak mungkin akan menonaktifkan. Kalau itu dilakukan, justru membuat dianggap terlalu kompromi pada setting parlemen," kata pengamat politik dari UGM Ari Sujito, saat berbincang lewat telepon, Jumat (19/12/2009) malam.
Ari juga melihat langkah SBY sebagai sikap untuk melokalisir permasalahan. Ia tidak ingin terjebak terlalu lama pada polemik penonaktifan Sri Mulyani dan Boediono. Sebaliknya, SBY ingin publik kembali fokus pada proses hukum di KPK dan isu perpecahan di Golkar.
"Lagipula permintaan pansus itu nggak ada dasar hukumnya. Pemakzulan baru bisa dilakukan kalau ada pidana," tegasnya.
Ke depan, Ari meyakini pansus juga akan melakukan manuver-manuver politis lain. Tujuannya agar ada kesepakatan politis yang menguntungkan partai.
Namun, ia juga mengingatkan, kubu SBY juga tidak akan menurut begitu saja. Demokrat akan tetap bersikap resisten sambil menunggu saat yang tepat untuk 'membalas dendam'.
"Nanti kemungkinan akan muncul serangan balik. Semua elit politik yang memanfaatkan hak angket punya kartu truf masing-masng. Kita tunggu saja," pungkasnya.
(mad/mad)
"Presiden sudah jelas nggak mungkin akan menonaktifkan. Kalau itu dilakukan, justru membuat dianggap terlalu kompromi pada setting parlemen," kata pengamat politik dari UGM Ari Sujito, saat berbincang lewat telepon, Jumat (19/12/2009) malam.
Ari juga melihat langkah SBY sebagai sikap untuk melokalisir permasalahan. Ia tidak ingin terjebak terlalu lama pada polemik penonaktifan Sri Mulyani dan Boediono. Sebaliknya, SBY ingin publik kembali fokus pada proses hukum di KPK dan isu perpecahan di Golkar.
"Lagipula permintaan pansus itu nggak ada dasar hukumnya. Pemakzulan baru bisa dilakukan kalau ada pidana," tegasnya.
Ke depan, Ari meyakini pansus juga akan melakukan manuver-manuver politis lain. Tujuannya agar ada kesepakatan politis yang menguntungkan partai.
Namun, ia juga mengingatkan, kubu SBY juga tidak akan menurut begitu saja. Demokrat akan tetap bersikap resisten sambil menunggu saat yang tepat untuk 'membalas dendam'.
"Nanti kemungkinan akan muncul serangan balik. Semua elit politik yang memanfaatkan hak angket punya kartu truf masing-masng. Kita tunggu saja," pungkasnya.
(mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
