Dorong Warganya Murah Senyum
Pemerintah Malaysia Canangkan Program 'Senyum-senyum Malaysia'
Sabtu, 19/12/2009 00:04 WIB
Kuala Lumpur
Masalah susah senyum, kini menjadi perhatian pemerintah Malaysia. Alasannya, rakyat negeri Petronas itu dinilai sangat pelit memberikan senyuman, terutama kepada sesama warga Malaysia sendiri. Penilaian tersebut setidaknya diakui sendiri oleh pemerintah Malaysia yang kini sedang gencar mempromosikan pariwisatanya sebagai 'The Truly Asia'.
Untuk membangkitkan masyarakat yang murah senyum, pemerintah Malaysia berencana mencanangkan satu gerakan yang disebut 'Senyum-senyum Malaysia'.
"Rakyat Malaysia lebih banyak memberikan senyuman kepada turis daripada kepada sesama rakyat Malaysia sendiri," kata Deputi Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk T Murugiah, sebagaimana dilansir kantor berita Bernama, Jumat (18/12/2009).
Pernyataan Murugiah menyusul kajian sebuah lembaga survei Spanyol yang memberikan penilaian Malaysia sebagai negara hanya pada peringkat ke-26 dalam hal kemurahan senyuman. Ini bahkan bahkan tertinggal jauh oleh Indonesia yang dinilai lembaga tersebut sebagai negara nomor satu paling murah senyuman di dunia.
Bahkan Murugiah menegaskan, pemerintah menargetkan sebagai negara terbaik peringkat ke-10 dalam hal senyuman di tahun 2010 mendatang.
"Kini saya sedang menyiapkan konsepnya mengenai 'Senyum-senyum Malaysia' dan akan dipresentasikan kepada menteri sebelum dibawa ke sidang kabinet," cetusnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009 yang dirilis pertengahan tahun ini, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%. Untuk kebiasaan salam, skor Indonesia sejajar Hongkong, juga 98%.
Siaran pers The Smiling Report dari AB Better Business berbasis di Swedia itu juga menyebutkan bahwa skor terbaik ucapan salam ini terutama ditemukan dalam pelayanan pemerintah (94%), sedangkan business to business (B2B) cuma 70%.
Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%.
Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika: skor murah senyum 62% dan salam 51%.
Sektor industri dengan senyum terbaik adalah Health & Beauty Care (Kesehatan dan Perawatan Kecantikan) dan Transportasi dengan skor 86%, dan terendah adalah sektor B2B dengan 52%.
Data-data di atas dikompilasi dari para Mystery Shopper, yakni orang-orang terlatih untuk merasakan dan mengukur proses pelayanan terhadap pelanggan. Mereka ini pura-pura sebagai pembeli atau pelanggan potensial untuk selanjutnya melaporkan pengalamannya. Para Mistery Shopper ini disebut juga pelanggan anonim (anonymous customer), tamu virtual, atau pelanggan percobaan.
Hasil kompilasi survei 2008 yang meliputi data customer service itu termasuk jawaban dari 2,5 juta lebih pertanyaan mengenai Smile (senyum), Greeting (salam) dan Add-on Sales (layanan tambahan saat penjualan) di 66 negara.
Untuk layanan tambahan saat penjualan, skor tertinggi diraih sektor B2B (65%), sedangkan leisure paling rendah dengan skor cuma 40%. Sementara penjualan tertinggi dibukukan Pakistan (82%), terendah adalah Finlandia (3%).
Smiling Report mencatat tren yang terus menurun tiap tahun untuk senyum, yakni 77% (2008), 82% (2007) dan 87% (2004). Tren penurunan juga terjadi salam, yakni 81% (2008, 2007) dibandingkan 88% di 2004. (rmd/mad)
Untuk membangkitkan masyarakat yang murah senyum, pemerintah Malaysia berencana mencanangkan satu gerakan yang disebut 'Senyum-senyum Malaysia'.
"Rakyat Malaysia lebih banyak memberikan senyuman kepada turis daripada kepada sesama rakyat Malaysia sendiri," kata Deputi Menteri di Departemen Perdana Menteri, Datuk T Murugiah, sebagaimana dilansir kantor berita Bernama, Jumat (18/12/2009).
Pernyataan Murugiah menyusul kajian sebuah lembaga survei Spanyol yang memberikan penilaian Malaysia sebagai negara hanya pada peringkat ke-26 dalam hal kemurahan senyuman. Ini bahkan bahkan tertinggal jauh oleh Indonesia yang dinilai lembaga tersebut sebagai negara nomor satu paling murah senyuman di dunia.
Bahkan Murugiah menegaskan, pemerintah menargetkan sebagai negara terbaik peringkat ke-10 dalam hal senyuman di tahun 2010 mendatang.
"Kini saya sedang menyiapkan konsepnya mengenai 'Senyum-senyum Malaysia' dan akan dipresentasikan kepada menteri sebelum dibawa ke sidang kabinet," cetusnya.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survei The Smiling Report 2009 yang dirilis pertengahan tahun ini, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia dengan skor 98%. Untuk kebiasaan salam, skor Indonesia sejajar Hongkong, juga 98%.
Siaran pers The Smiling Report dari AB Better Business berbasis di Swedia itu juga menyebutkan bahwa skor terbaik ucapan salam ini terutama ditemukan dalam pelayanan pemerintah (94%), sedangkan business to business (B2B) cuma 70%.
Sementara itu negara paling tidak ramah senyum adalah Pakistan dengan skor 44% dan terendah untuk memberikan salam adalah Maroko dengan skor 48%. Swedia sendiri berada di rangking 24, dengan skor untuk murah senyum 77% dan salam 81%.
Untuk kategori per benua, skor tertinggi diraih Australia dengan skor murah senyum 89% dan salam 92%. Terendah dari semua benua adalah Afrika: skor murah senyum 62% dan salam 51%.
Sektor industri dengan senyum terbaik adalah Health & Beauty Care (Kesehatan dan Perawatan Kecantikan) dan Transportasi dengan skor 86%, dan terendah adalah sektor B2B dengan 52%.
Data-data di atas dikompilasi dari para Mystery Shopper, yakni orang-orang terlatih untuk merasakan dan mengukur proses pelayanan terhadap pelanggan. Mereka ini pura-pura sebagai pembeli atau pelanggan potensial untuk selanjutnya melaporkan pengalamannya. Para Mistery Shopper ini disebut juga pelanggan anonim (anonymous customer), tamu virtual, atau pelanggan percobaan.
Hasil kompilasi survei 2008 yang meliputi data customer service itu termasuk jawaban dari 2,5 juta lebih pertanyaan mengenai Smile (senyum), Greeting (salam) dan Add-on Sales (layanan tambahan saat penjualan) di 66 negara.
Untuk layanan tambahan saat penjualan, skor tertinggi diraih sektor B2B (65%), sedangkan leisure paling rendah dengan skor cuma 40%. Sementara penjualan tertinggi dibukukan Pakistan (82%), terendah adalah Finlandia (3%).
Smiling Report mencatat tren yang terus menurun tiap tahun untuk senyum, yakni 77% (2008), 82% (2007) dan 87% (2004). Tren penurunan juga terjadi salam, yakni 81% (2008, 2007) dibandingkan 88% di 2004. (rmd/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
