Angket Century
Keputusan Pansus Soal Imbauan Nonaktif Terlalu Mewah
Jumat, 18/12/2009 07:40 WIB
Jakarta
Keputusan rapat Pansus Angket Bank Century yang mengimbau Boediono dan Sri Mulyani untuk menonaktifkan diri dari jabatannya sebagai wapres dan menkeu, dinilai terlalu mewah. Jika hanya mengeluarkan imbauan, rapat-rapat kerja dan dengar pendapat di Dewan juga bisa menghasilkan keputusan seperti itu.
"Substansinya tidak keliru, tapi ruangnya kurang pas. Terlalu mewah untuk diputuskan di rapat sekelas Pansus Angket DPR," kata pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin saat berbincang dengan detikcom, Jumat (18/12/2009).
Irman menjelaskan, penonaktifkan menteri dan wapres adalah hak prerogatif Presiden. Artinya, Sri Mulyani dan Boediono sebagai pembantu Presiden yang hanya taat pada perintah atasannya, bisa saja mengabaikan imbauan pansus.
Jika demikian, Irman khawatir imbauan itu justru kurang sehat bagi pembangunan parlemen ke depan. "Bagaimana kalau tidak mau menerima rekomendasi? Yang kehilangan wibawa kan pansusnya. Kalau terlalu sering mengeluarkan imbauan, parlemen akan terdegradasi dari kekuasaannya," jelas Irman.
Irman mecontohkan, rekomendasi Komisi IX DPR kepada pemerintah untuk mencabut izin RS Omni International sampai sekarang juga tidak diindahkan oleh menteri kesehatan.
"Nanti imbauan dan rekomendasi bisa turun sekalas Dirjen, Bupati, Camat. Dan jika itu tidak diindahkan juga gimana?" ujar dia.
Menurutnya, imbauan penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani lebih baik menjadi pernyataan politik dari masing-masing parpol. Tidak perlu diputuskan dalam rapat pansus angket yang merupakan forum penyelidikan tertinggi oleh rakyat.
"Ngomong di media juga bisa," tandasnya.
(lrn/lrn)
"Substansinya tidak keliru, tapi ruangnya kurang pas. Terlalu mewah untuk diputuskan di rapat sekelas Pansus Angket DPR," kata pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin saat berbincang dengan detikcom, Jumat (18/12/2009).
Irman menjelaskan, penonaktifkan menteri dan wapres adalah hak prerogatif Presiden. Artinya, Sri Mulyani dan Boediono sebagai pembantu Presiden yang hanya taat pada perintah atasannya, bisa saja mengabaikan imbauan pansus.
Jika demikian, Irman khawatir imbauan itu justru kurang sehat bagi pembangunan parlemen ke depan. "Bagaimana kalau tidak mau menerima rekomendasi? Yang kehilangan wibawa kan pansusnya. Kalau terlalu sering mengeluarkan imbauan, parlemen akan terdegradasi dari kekuasaannya," jelas Irman.
Irman mecontohkan, rekomendasi Komisi IX DPR kepada pemerintah untuk mencabut izin RS Omni International sampai sekarang juga tidak diindahkan oleh menteri kesehatan.
"Nanti imbauan dan rekomendasi bisa turun sekalas Dirjen, Bupati, Camat. Dan jika itu tidak diindahkan juga gimana?" ujar dia.
Menurutnya, imbauan penonaktifan Boediono dan Sri Mulyani lebih baik menjadi pernyataan politik dari masing-masing parpol. Tidak perlu diputuskan dalam rapat pansus angket yang merupakan forum penyelidikan tertinggi oleh rakyat.
"Ngomong di media juga bisa," tandasnya.
(lrn/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
