2009, Kasus Pembunuhan Jurnalis Terbanyak
Jumat, 18/12/2009 05:44 WIB
Jakarta
Tahun 2009 merupakan tahun kelam bagi para jurnalis di seluruh dunia. Setelah pembantaian jurnalis di Filipina November lalu, angka pembunuhan jurnalis tahun ini langsung melejit menewaskan 68 orang.
Demikian disampaikan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), seperti dilansir Reuters, Kamis (17/12/2009).
Kelompok kebebasan pers menjelaskan, angka kematian jurnalis pada tahun 2008 adalah 24 orang. Sedangkan 2007 adalah 67 orang, ketika kekerasan melanda Irak. Negara ini menjadi negara paling mematikan bagi jurnalis selama 6 tahun terakhir.
Irak berada di urutan ketiga negara-negara yang mematikan bagi jurnalis tahun ini. Hitungan tiap tahun menunjukkan angka kematian jurnalis terendah di Irak adalah sejak AS pertama kali menginvasi Irak pada 2003.
Filipina berada pada posisi puncak dengan 32 kematian. Di antaranya 31 tewas dalam pembantaian di Provinsi Manguindanao 23 November lalu. Sementara Somalia, yang dianggap sebagai negara aman buat para militan dan ekstrimis berada di posisi kedua.
"Ini telah menjadi tahun pembinasaan dunia media yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tren kekerasan juga bertahan dalam waktu yang lama," kata Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon.
"Kebanyakan korban adalah reporter lokal yang meliput di komunitasnya," imbuhnya.
"Pelaku mengira, berdasarkan preseden, bahwa mereka tidak akan pernah dihukum. Apakah itu pembunuhan di Irak, Filipina, Rusia atau Meksiko. Merubah asumsi ini adalah kunci untuk mereduksi kematian korban," kata Joel.
(lrn/lrn)
Demikian disampaikan Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), seperti dilansir Reuters, Kamis (17/12/2009).
Kelompok kebebasan pers menjelaskan, angka kematian jurnalis pada tahun 2008 adalah 24 orang. Sedangkan 2007 adalah 67 orang, ketika kekerasan melanda Irak. Negara ini menjadi negara paling mematikan bagi jurnalis selama 6 tahun terakhir.
Irak berada di urutan ketiga negara-negara yang mematikan bagi jurnalis tahun ini. Hitungan tiap tahun menunjukkan angka kematian jurnalis terendah di Irak adalah sejak AS pertama kali menginvasi Irak pada 2003.
Filipina berada pada posisi puncak dengan 32 kematian. Di antaranya 31 tewas dalam pembantaian di Provinsi Manguindanao 23 November lalu. Sementara Somalia, yang dianggap sebagai negara aman buat para militan dan ekstrimis berada di posisi kedua.
"Ini telah menjadi tahun pembinasaan dunia media yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tren kekerasan juga bertahan dalam waktu yang lama," kata Direktur Eksekutif CPJ Joel Simon.
"Kebanyakan korban adalah reporter lokal yang meliput di komunitasnya," imbuhnya.
"Pelaku mengira, berdasarkan preseden, bahwa mereka tidak akan pernah dihukum. Apakah itu pembunuhan di Irak, Filipina, Rusia atau Meksiko. Merubah asumsi ini adalah kunci untuk mereduksi kematian korban," kata Joel.
(lrn/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
229 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
