Bandara Soekarno-Hatta
Menakertrans: Kemungkinan Terminal Khusus TKI Tak Digunakan Lagi
Jumat, 18/12/2009 00:55 WIB
Jakarta
Banyak pihak mendesak agar Terminal IV, khusus Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Bandara Soekarno-Hatta yang penuh masalah ditutup. Menanggapi hal ini, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah akan segera menutup terminal ini jika memang telah ada prosedur perlindungan TKI yang lebih baik.
"Sampai pada titik tertentu ketika dianggap betul-betul ada kesiapan
perlindungan yang lebih sistematis, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan tidak lagi menggunakan terminal kedatangan dan menjalankan model pelayanan yang lebih baik," ujar Muhaimin Iskandar.
Hal itu disampaikan dia saat memberi sambutan dalam Refleksi Hari Buruh Migran Sedunia 2009 di Istana Ballroom, Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2009).
Muhaimin menjelaskan bahwa pemberlakuan Terminal IV sebagai terminal khusus bagi para TKI pada awalnya hanya merupakan langkah sementara. Bila akhirnya
pemberlakuan terminal khusus tersebut justru menimbulkan masalah, Muhaimin
mengatakan akan dilakukan pengkajian terhadap kelayakan terminal tersebut.
"Terminal IV, terminal kedatangan misalnya apakah masih layak. Mari kita
diskusikan karena pada dasarnya terminal kedatangan itu kan adalah langkah
adhoc, langkah sementara," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah menyerukan agar
pemberlakuan Terminal IV diakhiri saja. Menurutnya, terminal khusus TKI tersebut hanya menguntungkan pemerintah dan sangat merugikan TKI.
"Jadi saya kira sudah cukuplah, pemerintah beruntung mengambil keuntungan dari pungli, dari terminal TKI. Sudah 10 tahun, sudahlah, cukuplah," tegasnya.
Anis menegaskan sekarang ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk
merealisasikan reformasi yang sebenarnya. Pemerintah harus mampu menunjukkan
komitmennya terhadap penuntasan kasus-kasus yang menjadi ciri khas terminal
khusus ini dalam kebijakannya.
"Sekarang sudah saatnya reformasi disampaikan pada agenda kebijakan pemerintah. Jangan keterusan melakukan afirmasi 10 tahun yang lalu, memberlakukan terminal TKI kemudian menikmati itu sebagai sebuah kebijakan yang akan terus diberlakukan. Padahal pemerintah tahu ini menuai masalah," tandas dia.
(nvc/lrn)
"Sampai pada titik tertentu ketika dianggap betul-betul ada kesiapan
perlindungan yang lebih sistematis, maka tidak menutup kemungkinan pemerintah akan tidak lagi menggunakan terminal kedatangan dan menjalankan model pelayanan yang lebih baik," ujar Muhaimin Iskandar.
Hal itu disampaikan dia saat memberi sambutan dalam Refleksi Hari Buruh Migran Sedunia 2009 di Istana Ballroom, Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2009).
Muhaimin menjelaskan bahwa pemberlakuan Terminal IV sebagai terminal khusus bagi para TKI pada awalnya hanya merupakan langkah sementara. Bila akhirnya
pemberlakuan terminal khusus tersebut justru menimbulkan masalah, Muhaimin
mengatakan akan dilakukan pengkajian terhadap kelayakan terminal tersebut.
"Terminal IV, terminal kedatangan misalnya apakah masih layak. Mari kita
diskusikan karena pada dasarnya terminal kedatangan itu kan adalah langkah
adhoc, langkah sementara," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah menyerukan agar
pemberlakuan Terminal IV diakhiri saja. Menurutnya, terminal khusus TKI tersebut hanya menguntungkan pemerintah dan sangat merugikan TKI.
"Jadi saya kira sudah cukuplah, pemerintah beruntung mengambil keuntungan dari pungli, dari terminal TKI. Sudah 10 tahun, sudahlah, cukuplah," tegasnya.
Anis menegaskan sekarang ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk
merealisasikan reformasi yang sebenarnya. Pemerintah harus mampu menunjukkan
komitmennya terhadap penuntasan kasus-kasus yang menjadi ciri khas terminal
khusus ini dalam kebijakannya.
"Sekarang sudah saatnya reformasi disampaikan pada agenda kebijakan pemerintah. Jangan keterusan melakukan afirmasi 10 tahun yang lalu, memberlakukan terminal TKI kemudian menikmati itu sebagai sebuah kebijakan yang akan terus diberlakukan. Padahal pemerintah tahu ini menuai masalah," tandas dia.
(nvc/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
228 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
