detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 12:48 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 17/12/2009 16:38 WIB

Suami Gorok Istri

Tersangka Akhirnya Turun dari Pohon Kelapa

Khairul Ikhwan - detikNews
dok detikcom
Medan - Setelah kabur ke atas pohon kelapa hampir selama 8 jam, Sukirno (37), akhirnya bisa dibujuk turun. Pelaku pembunuhan istri sendiri ini turun setelah dibujuk oleh seseorang.

Sukirno (37), warga Jalan Jamin Ginting, Desa Durian Simbelang, Dusun III, Pancur Batu, Kecamatan Deli Serdang, turun dari pohon kelapa, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (17/12/2009). Sukirno nekad memanjat pohon kelapa untuk menghindari amuk warga setelah melakukan pembunuhan terhadap isterinya sendiri, Marlis (35), Kamis dinihari.

Tersangka turun dari pohon kelapa setinggi 12 meter, setelah dipujuk seorang mantan angota DPRD Deli Serdang, Edison Sembring Depari. Setelah menjejak tanah, Edison langsung merangkul tersangka dan membawanya masuk ke dalam mobil pribadi Kapolsek Pancur Batu, AKP Ahmad Fauzi. Selanjutnya tersangka diboyong ke Mapolsekta Pancur Batu, Jl. Jamin Ginting, Pancur Batu.

Dalam perjalanan, tersangka lebih banyak diam. Tubuh tersangka terlihat lemas dan hanya menyandarkan kepala dijok dengan tatapan hampa. Baju kaos biru dan celana panjang coklat yang dipakai tersangka, sebagian basah oleh keringat.

Warga sekitar, E. Ginting mengatakan, tersangka melarikan diri dari kejaran warga dengan memanjat pohon kelapa sekitar pukul lima pagi.

"Keluarganya sudah letih menjerit-jerit, tapi dia tidak mau turun. Menjelang sore baru turun karena dibujuk pemuka masyarakat," kata Ginting.

Kapolsek Pancur Batu, AKP Ahmad Fauzi mengatakan, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan sementara terhadap tersangka. Untuk mendukung hasil pemeriksaan, tersangka akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Sumatera Utara, Jl. Jamin Ginting, Medan Tuntungan.

"Tersangka masih menjalani pemeriksaan. Jika dinilai sakit jiwa, petugas akan melibatkan dokter jiwa," kata Fauzi.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(rul/djo)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%