Kamis, 17/12/2009 16:38 WIB

Suami Gorok Istri

Tersangka Akhirnya Turun dari Pohon Kelapa

Khairul Ikhwan - detikNews
dok detikcom
Medan - Setelah kabur ke atas pohon kelapa hampir selama 8 jam, Sukirno (37), akhirnya bisa dibujuk turun. Pelaku pembunuhan istri sendiri ini turun setelah dibujuk oleh seseorang.

Sukirno (37), warga Jalan Jamin Ginting, Desa Durian Simbelang, Dusun III, Pancur Batu, Kecamatan Deli Serdang, turun dari pohon kelapa, sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (17/12/2009). Sukirno nekad memanjat pohon kelapa untuk menghindari amuk warga setelah melakukan pembunuhan terhadap isterinya sendiri, Marlis (35), Kamis dinihari.

Tersangka turun dari pohon kelapa setinggi 12 meter, setelah dipujuk seorang mantan angota DPRD Deli Serdang, Edison Sembring Depari. Setelah menjejak tanah, Edison langsung merangkul tersangka dan membawanya masuk ke dalam mobil pribadi Kapolsek Pancur Batu, AKP Ahmad Fauzi. Selanjutnya tersangka diboyong ke Mapolsekta Pancur Batu, Jl. Jamin Ginting, Pancur Batu.

Dalam perjalanan, tersangka lebih banyak diam. Tubuh tersangka terlihat lemas dan hanya menyandarkan kepala dijok dengan tatapan hampa. Baju kaos biru dan celana panjang coklat yang dipakai tersangka, sebagian basah oleh keringat.

Warga sekitar, E. Ginting mengatakan, tersangka melarikan diri dari kejaran warga dengan memanjat pohon kelapa sekitar pukul lima pagi.

"Keluarganya sudah letih menjerit-jerit, tapi dia tidak mau turun. Menjelang sore baru turun karena dibujuk pemuka masyarakat," kata Ginting.

Kapolsek Pancur Batu, AKP Ahmad Fauzi mengatakan, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan sementara terhadap tersangka. Untuk mendukung hasil pemeriksaan, tersangka akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Sumatera Utara, Jl. Jamin Ginting, Medan Tuntungan.

"Tersangka masih menjalani pemeriksaan. Jika dinilai sakit jiwa, petugas akan melibatkan dokter jiwa," kata Fauzi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/djo)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%