Tuding Eks Menteri Berkhianat
Alumni KIB I Sempat Berniat Tuntut Ruhut
Kamis, 17/12/2009 12:11 WIB
Jakarta
Pernyataan kontroversial Ruhut Sitompul mengenai mantan menteri berkhianat, menjadi bahan diskusi serius di kalangan alumni Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I. Opsi langkah hukum tidak mereka lanjutkan dengan pertimbangan menjaga suasana kondusif.
"Beberapa mantan menteri semalam saling telepon, masalah ini mau kita apakan. Tapi akhirnya ya sudahlah, nggak usah ditanggapi," ungkap mantan Menpora Adhyaksa Dault pada detikcom, Kamis (17/12/2009).
Opsi mengambil langkah hukum sempat muncul karena penggunaan istilah sebagai 'pengkhianat' sangat menyinggung perasaan. Apalagi mantan menteri yang Ruhut sebut-sebut menggerakkan aksi unjuk rasa menurunkan pemerintahan adalah karena kecewa tidak direkrut dalam KIB II.
"Kata 'pengkhianat' itu kan dalam sekali artinya," jelas Adhyaksa tanpa menyebut siapa saja mantan menteri yang terlibat diskusi semalam.
Tetapi setelah dipikir masak-masak dengan kepala dingin, keputusan akhirnya adalah tidak menindaklanjuti pernyataan Ruhut dalam bentuk langkah hukum. Pertimbangan utama adalah agar suasana sudah cukup dipanaskan oleh isu kasus bailout Bank Century, tidak jadi semakin panas dan dikhawatirkan mengganggu performa KIB II.
"Masyarakat sudah capek dan jenuh. Kasihan menteri dan presiden sedang bekerja keras, tapi perkembangan pekerjaannya tertutup oleh isu beginian," pungkas Adhyaksa yang ketika dihubungi sedang menunggu giliran CT Scan di RS Abdi Waluyo, Jakarta.
(lh/nrl)
"Beberapa mantan menteri semalam saling telepon, masalah ini mau kita apakan. Tapi akhirnya ya sudahlah, nggak usah ditanggapi," ungkap mantan Menpora Adhyaksa Dault pada detikcom, Kamis (17/12/2009).
Opsi mengambil langkah hukum sempat muncul karena penggunaan istilah sebagai 'pengkhianat' sangat menyinggung perasaan. Apalagi mantan menteri yang Ruhut sebut-sebut menggerakkan aksi unjuk rasa menurunkan pemerintahan adalah karena kecewa tidak direkrut dalam KIB II.
"Kata 'pengkhianat' itu kan dalam sekali artinya," jelas Adhyaksa tanpa menyebut siapa saja mantan menteri yang terlibat diskusi semalam.
Tetapi setelah dipikir masak-masak dengan kepala dingin, keputusan akhirnya adalah tidak menindaklanjuti pernyataan Ruhut dalam bentuk langkah hukum. Pertimbangan utama adalah agar suasana sudah cukup dipanaskan oleh isu kasus bailout Bank Century, tidak jadi semakin panas dan dikhawatirkan mengganggu performa KIB II.
"Masyarakat sudah capek dan jenuh. Kasihan menteri dan presiden sedang bekerja keras, tapi perkembangan pekerjaannya tertutup oleh isu beginian," pungkas Adhyaksa yang ketika dihubungi sedang menunggu giliran CT Scan di RS Abdi Waluyo, Jakarta.
(lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
228 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
