ABG Ditembak Polisi
Briptu Riswanto Hari Dianggap Lalai Tak Bawa Rifki ke Rumah Sakit
Rabu, 16/12/2009 23:00 WIB
Jakarta
Muhammad Rifki (15) mengalami pembengkakan di kaki kanannya akibat peluru yang dimuntahkan anggota Unit Reskrim Polsek Koja, Briptu Riswanto Hari, bersarang selama 3 bulan. Briptu Riswanto Hari dianggap lalai karena tidak langsung membawa Rifki ke rumah sakit untuk dikeluarkan pelurunya.
“Dia lalai karena tidak langsung membawanya ke rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di ruang kerjanya, Jl Sudirman, Jaksel, Rabu (16/12/2009).
Saat ditembak, polisi tak langsung melarikannya ke rumah sakit karena merasa tidak mampu mengobatinya. “Biayanya mahal sekitar Rp 8 juta. Mungkin pelurunya kena tulang sehingga perlu penangan khusus dari ahli bedah,” kilahnya.
Boy mengatakan, RS Polri yang didirikan salah satunya untuk menampung korban luka tembakan polisi, tidak gratis. “Tetap harus ada biayanya,” ujarnya.
Rifki baru dilarikan ke RS Polri setelah kakinya membengkak. Peluru baru dikeluarkan dari kaki Rifki setelah mendapatkan vonis hukuman 5 bulan kurungan. Rifki sendiri sudah menjalani masa tahanan 3 bulan di Polsek Koja.
“Semuanya (biaya) ditanggung Kapolres Jakarta Utara dan dia diberi santunan,” tandasnya.
Besok Jalani Sidang Disiplin
Briptu Riswanto Hari akan menjalani siding disiplin. Sidang akan dilakukan di Polres Jakarta Utara, Kamis (17/12/2009), besok. Selain itu, mantan Kapolsek Koja Kompol Yudi Sulistianto Wahid dan mantan Kanit Reskrim Polsek Koja, Ipda Agus Wijayanto kemungkinan akan menjalani siding disiplin.
“Kemungkinan ikut juga kalau pemeriksaan hari ini selesai,” katanya.
Sementara itu, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro telah memeriksa Briptu Suhartono, Briptu Riswanto Hari dan Ipda Agus wijayanto. Dari hasil pemeriksaan, diketahui yang memuntahkan peluru ke Rifki adalah Briptu Riswanto Hari.
Penembakan Rifki dilakukan pada 3 bulan lalu. Rifki adalah target operasi polisi karena telah melakukan penganiayaan berat terhadap temannya yang mengakibatkan luka di kepala, bulan puasa lalu.
Rifki kemudian ditangkap anggota Polsek Koja di Bekasi. Dalam perjalanan menuju kantor polisi, Rifki diturunkan di Sunter Podomoro, Jakarta Utara dengan mata ditutup kain hitam. Polisi itu kemudian menembakkan satu butir peluru ke kaki kanan Rifki.
Hingga Rifki menjalani kurungan selama kurang lebih 3 bulan, peluru masih bersarang di kaki Rifki. Hal itu kemudian menyebabkan kaki Rifki membengkak dan hampir tidak bisa berjalan.
(mei/Rez)
“Dia lalai karena tidak langsung membawanya ke rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di ruang kerjanya, Jl Sudirman, Jaksel, Rabu (16/12/2009).
Saat ditembak, polisi tak langsung melarikannya ke rumah sakit karena merasa tidak mampu mengobatinya. “Biayanya mahal sekitar Rp 8 juta. Mungkin pelurunya kena tulang sehingga perlu penangan khusus dari ahli bedah,” kilahnya.
Boy mengatakan, RS Polri yang didirikan salah satunya untuk menampung korban luka tembakan polisi, tidak gratis. “Tetap harus ada biayanya,” ujarnya.
Rifki baru dilarikan ke RS Polri setelah kakinya membengkak. Peluru baru dikeluarkan dari kaki Rifki setelah mendapatkan vonis hukuman 5 bulan kurungan. Rifki sendiri sudah menjalani masa tahanan 3 bulan di Polsek Koja.
“Semuanya (biaya) ditanggung Kapolres Jakarta Utara dan dia diberi santunan,” tandasnya.
Besok Jalani Sidang Disiplin
Briptu Riswanto Hari akan menjalani siding disiplin. Sidang akan dilakukan di Polres Jakarta Utara, Kamis (17/12/2009), besok. Selain itu, mantan Kapolsek Koja Kompol Yudi Sulistianto Wahid dan mantan Kanit Reskrim Polsek Koja, Ipda Agus Wijayanto kemungkinan akan menjalani siding disiplin.
“Kemungkinan ikut juga kalau pemeriksaan hari ini selesai,” katanya.
Sementara itu, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro telah memeriksa Briptu Suhartono, Briptu Riswanto Hari dan Ipda Agus wijayanto. Dari hasil pemeriksaan, diketahui yang memuntahkan peluru ke Rifki adalah Briptu Riswanto Hari.
Penembakan Rifki dilakukan pada 3 bulan lalu. Rifki adalah target operasi polisi karena telah melakukan penganiayaan berat terhadap temannya yang mengakibatkan luka di kepala, bulan puasa lalu.
Rifki kemudian ditangkap anggota Polsek Koja di Bekasi. Dalam perjalanan menuju kantor polisi, Rifki diturunkan di Sunter Podomoro, Jakarta Utara dengan mata ditutup kain hitam. Polisi itu kemudian menembakkan satu butir peluru ke kaki kanan Rifki.
Hingga Rifki menjalani kurungan selama kurang lebih 3 bulan, peluru masih bersarang di kaki Rifki. Hal itu kemudian menyebabkan kaki Rifki membengkak dan hampir tidak bisa berjalan.
(mei/Rez)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 22:36 WIB
Rudenim Manado Terima 35 Imigran Myanmar dari Kendari
-
Sabtu, 26/05/2012 21:53 WIB
Satu Sekolah Tak Lulus UN, Siswa di Langkat Pingsan
-
Sabtu, 26/05/2012 19:49 WIB
Dua Warga Hilang Terseret Banjir Bandang di Bima
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
282 Komentar
-
228 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
