Bagaimana Rekaman Antasari-Rhani yang Tak Jelas Bisa Ditranskrip?
Selasa, 15/12/2009 18:19 WIB
Jakarta
Rekaman audio pembicaraan Antasari Azhar-Rhani Juliani dan Antasari-Sigid Haryo Wibisono, tidak jelas terdengar. Namun, bukan perkara sulit bagi seorang ahli untuk membuat transkrip pembicaraan tersebut. Bagaimana caranya?
"Untuk rekaman suara yang kurang jelas, kita lakukan teknik normalize. Suaranya disamaratakan agar cukup jelas," kata saksi ahli Informasi Teknologi (IT) Ruby Alamsyah saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (15/12/2009).
Setelah suara dibuat sama rata, menurut Ruby, tidak lantas pembicaraan itu bisa dengan jelas didengar. Dia harus menggunakan head set tertentu yang bersifat khusus.
Dikatakan ahli IT yang sudah berpengalaman 15 tahun tersebut, rekaman yang ditampilkannya di persidangan kali ini adalah file asli, sehingga tidak jelas. Sementara yang dia pakai untuk membuat transkrip adalah versi normalize-nya.
"Kalau untuk output rekaman yang 100 persen bagus, kita bisa dengarkan," lanjut dia.
"Apakah semua yang ada di rekaman sudah tercover di transkrip?" tanya jaksa penuntut umum Cirus Sinaga.
"Semuanya ada," jawabnya.
"Kalau begitu saya akan ungkapkan beberapa yang penting!" lanjut Cirus.
"Keberatan majelis hakim. Ini kok sepertinya jaksa tidak yakin dengan rekamannya," sergah pengacara Antasari, Juniver Girsang.
Akhirnya, transkrip rekaman itu tidak jadi dibacakan oleh Cirus. Hingga pukul 18.00 WIB, persidangan dengan terdakwa Antasari itu masih berlangsung. Baik jaksa maupun pengacara tampak bersemangat mencecar saksi ahli itu.
(irw/rdf)
"Untuk rekaman suara yang kurang jelas, kita lakukan teknik normalize. Suaranya disamaratakan agar cukup jelas," kata saksi ahli Informasi Teknologi (IT) Ruby Alamsyah saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Selasa (15/12/2009).
Setelah suara dibuat sama rata, menurut Ruby, tidak lantas pembicaraan itu bisa dengan jelas didengar. Dia harus menggunakan head set tertentu yang bersifat khusus.
Dikatakan ahli IT yang sudah berpengalaman 15 tahun tersebut, rekaman yang ditampilkannya di persidangan kali ini adalah file asli, sehingga tidak jelas. Sementara yang dia pakai untuk membuat transkrip adalah versi normalize-nya.
"Kalau untuk output rekaman yang 100 persen bagus, kita bisa dengarkan," lanjut dia.
"Apakah semua yang ada di rekaman sudah tercover di transkrip?" tanya jaksa penuntut umum Cirus Sinaga.
"Semuanya ada," jawabnya.
"Kalau begitu saya akan ungkapkan beberapa yang penting!" lanjut Cirus.
"Keberatan majelis hakim. Ini kok sepertinya jaksa tidak yakin dengan rekamannya," sergah pengacara Antasari, Juniver Girsang.
Akhirnya, transkrip rekaman itu tidak jadi dibacakan oleh Cirus. Hingga pukul 18.00 WIB, persidangan dengan terdakwa Antasari itu masih berlangsung. Baik jaksa maupun pengacara tampak bersemangat mencecar saksi ahli itu.
(irw/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
