Kasus SP3 Lapindo
Walhi Laporkan Polda Jatim & Kejagung ke KPK
Selasa, 15/12/2009 13:27 WIB
Jakarta
Wahana Lingkungan Hidupo (Walhi) melaporkan kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang terhadap penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus pidana PT Lapindo oleh Polda Jawa Timur dan Kejagung. Laporan itu disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sejumlah barang bukti.
"Kita sudah sampaikan laporan dan sejumlah dokumen dugaan korupsi yang dilakukan oleh Polda Jatim dan Kejaksaan Agung," kata Juru Bicara Walhi, Erwin Usman, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2009).
Dokumen yang dimaksud Erwin berupa hasil audit BPK tahun 2007 yang menemukan adanya dugaan penyimpangan terkait dana talangan sebesar Rp 4 triliun yang digelontorkan pemerintah untuk dana talangan kasus Lapindo.
Indikasi penyimpangan diduga karena dana tersebut dicairkan saat kasus perdata tentang Lapindo belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Selain itu, Erwin menyertakan dokumen terkait pandangan para ahli tentang kasus Lapindo yang terjadi murni karena kelalaian perusahaan, bukan karena bencana alam yang selama ini diklaim oleh PT Lapindo.
"Kita juga menyertakan hasil penyelidikan Komnas HAM terkait 10 dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Lapindo dalam penggusuran warga secara paksa," ujar dia.
Walhi juga menggelar aksi teaterikal di depan Gedung KPK. Ada 3 aktivis yang masuk dalam drum berisi lumpur. Mereka meronta-ronta kesakitan akibat lumpur Lapindo.
(aan/nrl)
"Kita sudah sampaikan laporan dan sejumlah dokumen dugaan korupsi yang dilakukan oleh Polda Jatim dan Kejaksaan Agung," kata Juru Bicara Walhi, Erwin Usman, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2009).
Dokumen yang dimaksud Erwin berupa hasil audit BPK tahun 2007 yang menemukan adanya dugaan penyimpangan terkait dana talangan sebesar Rp 4 triliun yang digelontorkan pemerintah untuk dana talangan kasus Lapindo.
Indikasi penyimpangan diduga karena dana tersebut dicairkan saat kasus perdata tentang Lapindo belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
Selain itu, Erwin menyertakan dokumen terkait pandangan para ahli tentang kasus Lapindo yang terjadi murni karena kelalaian perusahaan, bukan karena bencana alam yang selama ini diklaim oleh PT Lapindo.
"Kita juga menyertakan hasil penyelidikan Komnas HAM terkait 10 dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan Lapindo dalam penggusuran warga secara paksa," ujar dia.
Walhi juga menggelar aksi teaterikal di depan Gedung KPK. Ada 3 aktivis yang masuk dalam drum berisi lumpur. Mereka meronta-ronta kesakitan akibat lumpur Lapindo.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
