Mabuk Sampai Mati, Polisi China Jadi Pahlawan
Selasa, 15/12/2009 13:04 WIB
Ilustrasi (kaleidoscope.cultural-china.com)
Beijing
Mabuk berlebihan sungguh berisiko untuk kesehatan. Seorang polisi di China tewas dalam perjamuan arak bersama para pejabat. Meski demikian polisi malang itu dianggap gugur dalam tugas.
Reuters melansir China Daily, Selasa (15/12/2009) menyebutkan kepolisian akhirnya menyebut tewasnya sang polisi sebagai martir yang gugur dalam tugas. Pernyataan ini menjadi dukungan atas budaya minum-minum di China yang mulai mendapat kritikan.
Dalam perjamuan dengan para pejabat, China mengenal ganbei atau tenggak habis. Para tamu saling mengajak minum berulang-ulang sebagai bentuk keakraban. Praktik ini dipandang buruk misalnya di Shanghai. Namun masih banyak yang melakukannya terutama di kota-kota kecil.
Chen Lusheng adalah seorang polantas di Kota Shenzhen, selatan China. Dia menghadiri pesta para pejabat Desa Mabu pada akhir Oktober 2009 lalu. Setelah minum berulang-ulang, Chen muntah dan meninggal di sofa tempat dia dan teman-temannya berpesta minuman.
Polisi pun menganggap tewasnya Chen sebagai martir untuk menggalang dana bagi keluarga almarhum. Polisi berhasil menggalang dana dari para kolega sebesar 650.000 Yuan atau setara Rp 950 juta. Namun keluarga meminta 7 kali lipat atau sekitar Rp 6,6 miliar.
"Chen meninggal saat membicarakan pekerjaan dengan para pejabat Desa Mabu," demikian pernyataan resmi dari kepolisian.
(fay/nrl)
Reuters melansir China Daily, Selasa (15/12/2009) menyebutkan kepolisian akhirnya menyebut tewasnya sang polisi sebagai martir yang gugur dalam tugas. Pernyataan ini menjadi dukungan atas budaya minum-minum di China yang mulai mendapat kritikan.
Dalam perjamuan dengan para pejabat, China mengenal ganbei atau tenggak habis. Para tamu saling mengajak minum berulang-ulang sebagai bentuk keakraban. Praktik ini dipandang buruk misalnya di Shanghai. Namun masih banyak yang melakukannya terutama di kota-kota kecil.
Chen Lusheng adalah seorang polantas di Kota Shenzhen, selatan China. Dia menghadiri pesta para pejabat Desa Mabu pada akhir Oktober 2009 lalu. Setelah minum berulang-ulang, Chen muntah dan meninggal di sofa tempat dia dan teman-temannya berpesta minuman.
Polisi pun menganggap tewasnya Chen sebagai martir untuk menggalang dana bagi keluarga almarhum. Polisi berhasil menggalang dana dari para kolega sebesar 650.000 Yuan atau setara Rp 950 juta. Namun keluarga meminta 7 kali lipat atau sekitar Rp 6,6 miliar.
"Chen meninggal saat membicarakan pekerjaan dengan para pejabat Desa Mabu," demikian pernyataan resmi dari kepolisian.
(fay/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
559 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
