Candi Kuno di UII Yogyakarta Peninggalan Abad IX
Senin, 14/12/2009 14:33 WIB
dok detikcom
Yogyakarta
Candi kuno yang ditemukan di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta diduga peninggalan zaman kerajaan Mataram Hindu abad IX-X Masehi. Candi itu berkaitan erat dengan beberapa situs dan penemuan peninggalan purbakala zaman Hindu di daerah Sleman.
"Dari pengamatan kemarin, pada relief dam ornamen yang ada dibangunan candi yang ditemukan, dapat disimpulkan candi tersebut merupakan candi zaman Hindu-Budha zaman kerajaan Mataram kuno abad IX hingga X Masehi," kata arkeolog B Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta, Sri Muryantini.
Menurut dia, candi ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter. Bangunan candi tertimbun tanah dan pasir Gunung Merapi. Batu yang digunakan untuk bangunan candi juga tergolong batu andesit dengan kualitas bagus.
"Dengan demikian dapat disimpulkan itu bukan candi biasa. Namun kita belum bisa menyimpulkan fungsi candi tersebut. Perlu penelitian lanjutan dan dicocokkan dengan penemuan di sekitar lokasi," katanya.
Sri mengatakan struktur bangunan candi yang ditemukan merupakan bagian pinggir dari permukaan candi. Untuk bisa mengetahui secara jelas dan utuh diperlukan penggalian atau ekskavasi.
"Kita perlu ekskavasi dan test tip untuk menentukan asal agama candi, apakah itu candi Hindu atau Budha serta dari masa raja siapa," katanya.
Selanjutnya kata dia, dari hasil dari test tip, akan dicocokkan dengan dengan prasasti Mataram Kuno atau data-data pendukung lainnya, terutama penemuan di sekitar daerah tersebut. Test tip rencananya akan dilakukan dua minggu mendatang dengan memakan waktu 15-30 hari.
"Setelah itu kita baru bisa mengetahuinya secara utuh fungsi dan asal candi tersebut," ungkapnya.
Dihubungi secara terpisah pakar Arkeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), DS Nugrahani, menyatakan penemuan situs candi di kampus UII kemungkinan besar merupakan peninggalan Hindu-Budha abad IX-X masehi. Di kawasan lereng Gunung Merapi, terutama di Sleman-Magelang, merupakan kawasan perkembangan Hindu Budha pada masa lampau.
"Saya meyakini situs tersebut merupakan peninggalan zaman Hindu-Budha," kata Nugrahani.
Menurut Nugrahani, di sekitar lokasi penemuan itu terutama di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Ngaglik Sleman, sudah sering ditemukan situs purbakala. Penemuan di UII masuk wilayah Desa Umbulmartani Kecamatan Ngemplak. Di dekat lokasi juga terdapat kawasan peradaban Dusun Candi di Desa Sardonoharjo Ngaglik.
"Di sekitar tempat itu sudah sering ditemukan situs atau candi. Bahkan tak jauh dari lokasi penemuan sekarang belum lama ini juga ditemukan Prasasti Kembang Arum ataupun kawasan Candi," ungkap staf pengajar jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya itu.
Nugrahani juga mengharapkan proyek pembangunan di lokasi itu dihentikan sementara. Hal ini untuk memberikan kesempatan BP3 DIY melakukan penelitian lebih jauh. "Situs semacam ini harus diselamatkan dan dilestarikan terlebih dahulu. Penemuan ini bisa menjadi laboratorium arkeologi alam," pungkas dia.
(bgs/djo)
"Dari pengamatan kemarin, pada relief dam ornamen yang ada dibangunan candi yang ditemukan, dapat disimpulkan candi tersebut merupakan candi zaman Hindu-Budha zaman kerajaan Mataram kuno abad IX hingga X Masehi," kata arkeolog B Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta, Sri Muryantini.
Menurut dia, candi ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter. Bangunan candi tertimbun tanah dan pasir Gunung Merapi. Batu yang digunakan untuk bangunan candi juga tergolong batu andesit dengan kualitas bagus.
"Dengan demikian dapat disimpulkan itu bukan candi biasa. Namun kita belum bisa menyimpulkan fungsi candi tersebut. Perlu penelitian lanjutan dan dicocokkan dengan penemuan di sekitar lokasi," katanya.
Sri mengatakan struktur bangunan candi yang ditemukan merupakan bagian pinggir dari permukaan candi. Untuk bisa mengetahui secara jelas dan utuh diperlukan penggalian atau ekskavasi.
"Kita perlu ekskavasi dan test tip untuk menentukan asal agama candi, apakah itu candi Hindu atau Budha serta dari masa raja siapa," katanya.
Selanjutnya kata dia, dari hasil dari test tip, akan dicocokkan dengan dengan prasasti Mataram Kuno atau data-data pendukung lainnya, terutama penemuan di sekitar daerah tersebut. Test tip rencananya akan dilakukan dua minggu mendatang dengan memakan waktu 15-30 hari.
"Setelah itu kita baru bisa mengetahuinya secara utuh fungsi dan asal candi tersebut," ungkapnya.
Dihubungi secara terpisah pakar Arkeologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), DS Nugrahani, menyatakan penemuan situs candi di kampus UII kemungkinan besar merupakan peninggalan Hindu-Budha abad IX-X masehi. Di kawasan lereng Gunung Merapi, terutama di Sleman-Magelang, merupakan kawasan perkembangan Hindu Budha pada masa lampau.
"Saya meyakini situs tersebut merupakan peninggalan zaman Hindu-Budha," kata Nugrahani.
Menurut Nugrahani, di sekitar lokasi penemuan itu terutama di wilayah Kecamatan Ngemplak dan Ngaglik Sleman, sudah sering ditemukan situs purbakala. Penemuan di UII masuk wilayah Desa Umbulmartani Kecamatan Ngemplak. Di dekat lokasi juga terdapat kawasan peradaban Dusun Candi di Desa Sardonoharjo Ngaglik.
"Di sekitar tempat itu sudah sering ditemukan situs atau candi. Bahkan tak jauh dari lokasi penemuan sekarang belum lama ini juga ditemukan Prasasti Kembang Arum ataupun kawasan Candi," ungkap staf pengajar jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya itu.
Nugrahani juga mengharapkan proyek pembangunan di lokasi itu dihentikan sementara. Hal ini untuk memberikan kesempatan BP3 DIY melakukan penelitian lebih jauh. "Situs semacam ini harus diselamatkan dan dilestarikan terlebih dahulu. Penemuan ini bisa menjadi laboratorium arkeologi alam," pungkas dia.
(bgs/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
559 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
