Detik.com News
Detik.com

Minggu, 13/12/2009 14:05 WIB

Bambang Minta Polemik Rekaman Dihentikan

Laurencius Simanjuntak - detikNews
Bambang Minta Polemik Rekaman Dihentikan
Jakarta - Anggota Pansus Angket Bank Century Bambang Soesatyo meminta polemik soal rekaman antara Menkeu Sri Mulyani dan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular dihentikan. Menurut Bambang, hal ini tidak produktif untuk kinerja pansus. Siapa memulai?

"Ini kontra produktif dengan tugas Pansus yang ingin membongkar kasus Century dari hulu hingga hilir. Sampai penikmat yang di ujung sana," kata Bambang dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (13/12/2009)

Bambang mengaku heran dengan pihak-pihak yang dinilainya kebakaran jenggot soal rekaman yang disampaikannya di rapat Pansus. Menurutnya, hal itu biasa saja dilakukan dalam rapat-rapat Pansus. Golkar ingin Pansus memanggil Robert karena adanya rekaman tersebut.

"Kami hanya meminta konfirmasi. Kalau dikatakan itu Marsilam, so what? Kalau Robert, berarti ada keterkaitan dengan bailout," kata Bambang.

Bambang justru berterima kasih terhadap pihak-pihak yang justru mengkonfirmasi adanya pembicaraan yang menyebut nama Robert. Kalimat itu menurut Bambang berbunyi "Ya sudah, rapat tertutup sekarang kita ya, Robert".

"Ketika ada 'begitu ya Robert', apakah Marsilam tiba-tiba berubah menjadi Robert?" Bambang bertanya balik.

Apakah Bambang yakin kalau rekaman itu benar antara Menkeu dan Robert? "Ini bukan ragu tidak ragu, yakin tidak yakin, saya ingin mengkonfirmasi Robert Tantular. Kami berterima kasih dengan (mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK) Raden Pardede yang mengatakan itu. 'Robert' Marsilam atau 'Robert' Marto Wardoyo itu soal lain," pungkasnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fay/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%