Selundupkan 40 Ton Bahan Peledak, 5 Orang Ditangkap
Minggu, 13/12/2009 04:43 WIB
Ilustrasi
Bangkok
Pemerintah Thailand menangkap 5 orang yang menyelundupkan bahan peledak yang ditangkap saat mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok. Bahan peledak tersebut diangkut dengan menggunakan pesawat kargo dari Korea Utara.
Seperti dilansir AFP, Minggu (13/12/2009), petugas pemeriksaan di Bandara Don Muang menemukan bahan peledak yang jumlahnya diprediksi hingga 40 ton itu.
"Mereka menyebut barang yang mereka bawa adalah perlengkapan perlengkapan pengebor minyak. Tapi saat kita periksa ternyata barang-barang tersebut adalah bahan peledak," kata Deputi Perdana Menteri Thailand Suthep Thaungsuban.
Empat pria yang ditangkap tersebut menurut polisi adalah warga Kazakhstan sedangkan satu orang lagi warga Belarusia.
"Mereka membawa banyak bahan peledak yang membahayakan," kata Kepala Investigasi Thailand, Letnan Thangai Prasajaksattru.
Juru bicara Angkatan Udara Thailand, Kapten Montol Suchookorn menyebut, barang-barang yang mereka bawa tersebut diangkit dari Pyongyang menuju Thailand.
"Informasi yang kami dapatkan, barang tersebut mulai diangkut dari Korut. Kemudian diangkut dengan menggunakan pesawat kargo," kata Motol.
Media setempat menyebut, pesawat membawa 40 ton bahan peldak yang diyakini berasal dari Georgia.
"Kasus ini akan ditangani secara hati-hati karena banyak pihak (negara) yang terlibat. Semuanya akan dilakukan secara transparan," pungkas Motol.
(anw/anw)
Seperti dilansir AFP, Minggu (13/12/2009), petugas pemeriksaan di Bandara Don Muang menemukan bahan peledak yang jumlahnya diprediksi hingga 40 ton itu.
"Mereka menyebut barang yang mereka bawa adalah perlengkapan perlengkapan pengebor minyak. Tapi saat kita periksa ternyata barang-barang tersebut adalah bahan peledak," kata Deputi Perdana Menteri Thailand Suthep Thaungsuban.
Empat pria yang ditangkap tersebut menurut polisi adalah warga Kazakhstan sedangkan satu orang lagi warga Belarusia.
"Mereka membawa banyak bahan peledak yang membahayakan," kata Kepala Investigasi Thailand, Letnan Thangai Prasajaksattru.
Juru bicara Angkatan Udara Thailand, Kapten Montol Suchookorn menyebut, barang-barang yang mereka bawa tersebut diangkit dari Pyongyang menuju Thailand.
"Informasi yang kami dapatkan, barang tersebut mulai diangkut dari Korut. Kemudian diangkut dengan menggunakan pesawat kargo," kata Motol.
Media setempat menyebut, pesawat membawa 40 ton bahan peldak yang diyakini berasal dari Georgia.
"Kasus ini akan ditangani secara hati-hati karena banyak pihak (negara) yang terlibat. Semuanya akan dilakukan secara transparan," pungkas Motol.
(anw/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
