detikcom

Polisi Tangkap Puluhan Demonstran di Konferensi Perubahan Iklim

Anwar Khumaini - detikNews
Minggu, 13/12/2009 03:21 WIB
Foto: BBC
Copenhagen Demo besar-besaran menentang pemanasan global di Copenhagen, Denmark berlangsung ricuh. Puluhan demonstran ditangkap oleh polisi setempat.

Awalnya, demo berlangsung aman-aman saja. Namun saat aksi berlangsung, salah satu kelompok demonstran tiba-tiba melempari kaca-kaca bangunan di jalan. Mereka pun ditangkap aparat. Lebih dari 50 orang demonstran ditangkap di Copenhagen sejak demo yang mulai berlangsung Jumat (11/12/2009) lalu. Ratusan demonstran lainnya pun akhirnya mendapatkan pengawalan ketat dari polisi.

Sementara itu, pihak keamanan makin meningkatkan pengamanan. Sekitar 6 kilometer menuju berlangsungnya tenpat acara, peningkatan keamanan diberlakukan. Di setiap bangunan, banyak polisi berjaga-jaga.

Demo serupa juga terjadi di belahan dunia seperti di Australia, Hong Kong, Jakarta dan Filipina.

Menurut koordinator demo, seperti dilansir bbc.com, Minggu (13/12/2009), aksi ini nantinya akan terus berlangsung hingga diikuti oleh 100 ribu orang dari seluruh dunia. Mereka berkeliling di sepanjang kota Copenhagen menuntut bernegosiasi dengan para menteri yang ikut konferensi.

Para demonstran membuat Copenhagen ramai dan penuh warna. Mereka mengenakan atribut-atribut yang unik dan berwarna warni sehingga membuat kota dingin ini penuh warna.

Para demonstran ini mendesak agar dicapai keesepakatan para pemimpin negara untuk mengurangi emisi karbon penyebab utama terjadinya perubahan iklim.

"Ini adalah waktu yang tepat untuk menentukan sikap bagi para pemimpin dunia. Masalah perubahan iklim adalah tanggung jawab kita bersama," kata salah satu demonstran, Lin Che (28), seorang mahasiswa asal Taiwan.

Tampak orang-orang beken dunia seperti artis Bollywood Rahul Bose, model dan fotografer Helena Christensen dan mantan Komisioner Komisi HAM PBB Mary Robinson dalam demo tersebut.

Dalam orasinya, Helena Christensen mengatakan, "Memang sangat sulit untuk mencapai sebuah kesepakatan. Sehingga kesepahaman antarnegara sangat diperlukan untuk menghindari proses yang panjang dan sulit ini. Tapi besar harapan kita untuk tercapainya kesepakatan dunia soal perubahan iklim ini," harap Christensen.

(anw/anw)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel