detikcom

Berupaya Gagalkan Lelang Perusahaan, Buruh Bentrok dengan Polisi

Irwan Nugroho - detikNews
Jumat, 11/12/2009 18:30 WIB
Irwan Nugroho/detikcom
Jakarta Sekitar 50-an buruh PT Uni Enlarge Industry Indonesia terlibat bentrok dengan aparat Kepolisian. Satu orang terkena pukulan sedangkan satu lainnya pingsan dan dibawa ke klinik.

Peristiwa itu terjadi saat puluhan buruh yang mayoritas perempuan tersebut berunjuk rasa di depan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Jl Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2009). Kantor itu persis berada di depan kampus Universitas Sahid.

Para buruh yang bergabung dalam Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia(Kasbi) menuntut agar proses lelang pabriknya yang sedang berlangsung di lantai tiga dihentikan. Lelang tersebut dilakukan oleh PT Bank Cinatrust selaku kreditur.

Puluhan pekerja pabrik yang telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) itu menganggap hak-hak mereka tidak akan dipenuhi bila lelang dilakukan Cinatrust. Seharusnya lelang dilakukan oleh kurator Uni Enlarge Industry, sehingga hak 811 buruh senilai Rp 1,2 miliar bisa diberikan.

"Kalau prosesnya sesuai hukum, maka hak-hak buruh seperti pesangon dan THR akan diberikan. Kalau yang melelang Cinatrsut duitnya mereka ambil sendiri," kata Sekretaris Jenderal Kasbi Khamid Istakhori di lokasi.

Menurut Khamid, buruh yang berasal dari pabrik Uni Enlarge Industry di Semarang dan Jakarta itu sudah datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Lelang sendiri dimulai usai salat jumat atau sekitar pukul 13.30 WIB.

Mengetahui lelang tetap dilakukan, peserta aksi berniat merangsek ke dalam gedung, namun dihadang oleh barisan polisi. Akhirnya, bentrok tidak bisa dihindarkan.

"Perwakilan kita di atas juga terkena tindakan represif. Kita berusaha untuk menghentikan lelang itu, tapi lelang tetap dilanjutkan," ujar Khamid.

Sekitar pukul 16.30 situasi sudah agak mereda. Namun, dengan raut muka kecewa, para buruh tetap menyuarakan yel-yel sambil mendengarkan orasi. Beberapa saat kemudian, aksi berakhir dan para buruh itu pergi meninggalkan lokasi menggunakan metromini.

(irw/ape)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel