Manipulasi Jasad Nasrudin
Wakapolri: Yang Tentukan Balistik Polri, Bukan Ahli Forensik
Jumat, 11/12/2009 13:55 WIB
Jakarta
Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanegara membantah kesaksian ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris yang menyebutkan ada manipulasi jenazah Nasrudin Zulkarnain. Menurut dia, yang menentukan kaliber dan balistik adalah Puslabfor Mabes Polri.
"Yang memiliki kewenangan bukan ahli forensik UI tetapi laboratorium forensik Mabes Polri. Itu bukan manipulasi," kata Makbul.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela acara Revitalisasi Industri Pertahanan di Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2009).
Menurut dia, forensik UI diminta untuk menentukan penyebab kematian, apa sebabnya dan lain-lain. Sedangkan balistik dan diameter peluru di Forensik Mabes Polri.
"Itu saja persoalannya. Karena ada kaliber 9 mm itu saja yang didiskusikan. Jadi yang menentukan ada bidang-bidangnya sendiri. Yang menentukan kaliber dan balistik itu Polri," ujar Makbul.
Jadi yang disampaikan Mun'im bagaimana? "Dalam sidang siapa pun boleh menyampaikan. Seperti, dulu ada penyampaian saksi Wiliardi dalam sidang Antasari," jawab Makbul.
Dalam kesaksiannya pada Kamis (10/12/2009), Mun'im mengungkapkan mayat Nasrudin yang divisumnya sudah tidak asli lagi. Kondisi mayat sudah dimanipulasi oleh dokter lainnya.
Bahkan, Mun'im menyebut dirinya pernah dihubungi petugas Puslabfor Mabes Polri. Petugas itu meminta ucapannya tentang manipulasi mayat dihilangkan. "Saya jawab tidak bisa (menghilangkan), ini kewenangan saya," kata Mun'im.
(aan/iy)
"Yang memiliki kewenangan bukan ahli forensik UI tetapi laboratorium forensik Mabes Polri. Itu bukan manipulasi," kata Makbul.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela acara Revitalisasi Industri Pertahanan di Departemen Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2009).
Menurut dia, forensik UI diminta untuk menentukan penyebab kematian, apa sebabnya dan lain-lain. Sedangkan balistik dan diameter peluru di Forensik Mabes Polri.
"Itu saja persoalannya. Karena ada kaliber 9 mm itu saja yang didiskusikan. Jadi yang menentukan ada bidang-bidangnya sendiri. Yang menentukan kaliber dan balistik itu Polri," ujar Makbul.
Jadi yang disampaikan Mun'im bagaimana? "Dalam sidang siapa pun boleh menyampaikan. Seperti, dulu ada penyampaian saksi Wiliardi dalam sidang Antasari," jawab Makbul.
Dalam kesaksiannya pada Kamis (10/12/2009), Mun'im mengungkapkan mayat Nasrudin yang divisumnya sudah tidak asli lagi. Kondisi mayat sudah dimanipulasi oleh dokter lainnya.
Bahkan, Mun'im menyebut dirinya pernah dihubungi petugas Puslabfor Mabes Polri. Petugas itu meminta ucapannya tentang manipulasi mayat dihilangkan. "Saya jawab tidak bisa (menghilangkan), ini kewenangan saya," kata Mun'im.
(aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
559 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
