detikcom

2 TKI Asal Karanganyar Tewas Dalam Septic Tank di Malaysia

Muchus Budi R. - detikNews
Jumat, 11/12/2009 11:53 WIB
Solo Jumadi dan Arisanto tak akan pernah membayangkan kepergiannya ke Malaysia untuk memperbaiki penghidupan akan berakhir tragis. Dua TKI yang berasal dari sekampung di Kabupaten Karanganyar, Jateng, tersebut ditemukan telah dalam kondisi meninggal penuh luka di dalam septic tank di rumah kontrakan mereka di Johor, Malaysia.

Jumadi (22 tahun) dan Arisanto (24 tahun) adalah warga Dusun Gunungkusan RT 1 RW 14 Desa Gebyok, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar , Jateng. Keduanya bekerja pada sebuah perkebunan sayur di Johor Malaysia sejak empat tahun lalu melalui PJTKI di kabupaten Sragen.

Namun saat ini sebenarnya masa kontrak Jumadi dan Arisanto dengan PJTKI yang mengirimnya sudah habis. Selanjutnya, beberapa waktu lalu mereka kembali berangkat ke Malaysia atas inisiatif sendiri.

Tentang kabar naas yang menimpa Jumadi dan Arisanto, diterima keluarga dari Disnakertrans Kabupaten Sragen. Pihak Disnakertrans menerima kabar duka tersebut dari Sunardi, TKI yang bekerja di tempat yang sama dengan kedua korban.

Menurut pemaparan Sunardi kepada Disnakertrans Kabupaten Sragen yang kemudian disampaikan kepada keluarga, selama di Johor kedua korban mengontrak rumah bertiga dengan seorang TKI lainnya yang berasal Lampung.

Sudah beberapa hari, korban tidak terlihat bekerja. Sedangkan rumah kontrakan mereka tertutup rapat. Setelah dibuka paksa pada Rabu pagi waktu setempat, Jumadi dan Arisanto ditemukan telah tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di dalam septic tank.
Di tubuh keduanya terdapat banyak luka. Sedangkan melihat kondisinya, kemungkinan kedua korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Menurut cerita Sunardi, saat rumah didobrak paksa, teman satu kontrakan kedua korban, yaitu TKI asal Lampung itu, sudah tidak ada di tempat. Hingga kini dia tidak diketahui keberadaannya.

"Belum ada kepastian penyebab kematian. Informasi yang kami terima, kedua korban saat ini sedang diotopsi di rumah sakit di Malaysia," kata Bibit Suwanto, perwakilan keluarga korban, Jumat (11/12/2009).

Bibit mengaku, sampai saat ini belum mendapat kepastian kapan jenazah korban akan dipulangkan ke Indonesia. Namun demikian keluarga tetap berharap korban bisa dikuburkan di kampung halamannya.

(mbr/djo)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel