Obama Tidak Pantas Terima Nobel Perdamaian!
Jumat, 11/12/2009 11:43 WIB
Reuters
New York
Nobel Perdamaian yang diberikan kepada Presiden AS Barack Obama menuai kontroversi. Banyak yang menganggap Obama tidak pantas menerima hadiah bergengsi itu. Bahkan di negaranya sendiri, Obama didemo usai menerima Nobel.
Para aktivis perdamaian mengusung peti mati palsu di New York untuk memprotes Nobel Perdamaian yang diterima Obama. Mereka berjalan dari luar gedung PBB menuju kantor rekrutmen militer di Times Square, Manhattan. Jumlah mereka sekitar 50 orang.
Dengan berjalan lambat, para demonstran tersebut mengusung peti mati palsu yang terbuat dari kardus. Peti mati bohongan itu ditutupi dengan bendera AS.
"Barack Obama tidak pantas menerima Nobel Peace Prize, khususnya setelah pengumuman dia belum lama ini bahwa dia akan menggencarkan perang di Afghanistan," kata Will Travers seperti dilansir AFP, Jumat (11/12/2009).
"Saya kecewa dengan dia dan komite Nobel. Dia tidak seharusnya menerima hadiah itu dan mereka seharusnya membatalkan itu di saat dia mengumumkan pengiriman pasukan tambahan," imbuh pria berusia 30 tahun itu.
Seorang aktivis lainnya, John Emmanuel (61) mengatakan, meningkatkan perang di Afghanistan hanya akan menambah penderitaan. "Kita telah melihatnya berulang-ulang: saat kita meningkatkan perang itu cuma memperpanjang penderitaan," cetusnya.
Sebelumnya di Oslo, Norwegia, dalam pidatonya saat menerima Nobel Perdamaian, Obama mengatakan bahwa perang kadang-kadang diperlukan bahkan juga dibenarkan secara moral. Dan perang pada tingkat tertentu adalah ekspresi perasaan manusia.
"Saya bertanggung jawab atas pengerahan ribuan pemuda Amerika untuk berperang di tempat yang jauh. Beberapa akan membunuh. Beberapa akan terbunuh," kata Obama dalam pidatonya di Oslo. (ita/nrl)
Para aktivis perdamaian mengusung peti mati palsu di New York untuk memprotes Nobel Perdamaian yang diterima Obama. Mereka berjalan dari luar gedung PBB menuju kantor rekrutmen militer di Times Square, Manhattan. Jumlah mereka sekitar 50 orang.
Dengan berjalan lambat, para demonstran tersebut mengusung peti mati palsu yang terbuat dari kardus. Peti mati bohongan itu ditutupi dengan bendera AS.
"Barack Obama tidak pantas menerima Nobel Peace Prize, khususnya setelah pengumuman dia belum lama ini bahwa dia akan menggencarkan perang di Afghanistan," kata Will Travers seperti dilansir AFP, Jumat (11/12/2009).
"Saya kecewa dengan dia dan komite Nobel. Dia tidak seharusnya menerima hadiah itu dan mereka seharusnya membatalkan itu di saat dia mengumumkan pengiriman pasukan tambahan," imbuh pria berusia 30 tahun itu.
Seorang aktivis lainnya, John Emmanuel (61) mengatakan, meningkatkan perang di Afghanistan hanya akan menambah penderitaan. "Kita telah melihatnya berulang-ulang: saat kita meningkatkan perang itu cuma memperpanjang penderitaan," cetusnya.
Sebelumnya di Oslo, Norwegia, dalam pidatonya saat menerima Nobel Perdamaian, Obama mengatakan bahwa perang kadang-kadang diperlukan bahkan juga dibenarkan secara moral. Dan perang pada tingkat tertentu adalah ekspresi perasaan manusia.
"Saya bertanggung jawab atas pengerahan ribuan pemuda Amerika untuk berperang di tempat yang jauh. Beberapa akan membunuh. Beberapa akan terbunuh," kata Obama dalam pidatonya di Oslo. (ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Jelang Pilkada DKI, Alex Noerdin Diangkat Jadi Dewan Kehormatan MKGR
-
Minggu, 27/05/2012 13:38 WIB
Polisi: Konser Lady Gaga Hanya Kurang Izin dari Dinas Pariwisata
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:20 WIB
Polisi Bantu Promotor Amankan Refund Tiket Konser Lady Gaga
-
Minggu, 27/05/2012 13:18 WIB
Andi Nurpati Soal Grasi Corby: SBY Tak Langgar UU, Tak Layak Disoal
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
559 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
