Hukuman Mati Untuk Kaum Gay?
Rabu, 09/12/2009 13:40 WIB
Ilustrasi
Kampala
Kaum gay di Uganda tengah diliputi kecemasan. Gara-garanya, pemerintah Uganda tengah menggodok sebuah rancangan undang-undang (RUU) yang menerapkan hukuman mati untuk para homoseks di negeri itu.
Bahkan keluarga serta teman-teman dari para homoseksual juga bisa diancam dengan hukuman penjara maksimum 7 tahun jika mereka tidak melaporkan kaum gay itu ke pihak berwenang. Bukan cuma itu, para pemilik rumah juga bisa dibui karena menyewakan rumah pada para penyuka sesama jenis itu.
Para aktivis HAM gay di Uganda dan internasional sontak memprotes RUU tersebut. Menurut mereka, RUU tersebut mengandung kebencian dan bisa memundurkan upaya-upaya untuk memerangi penyakit HIV/AIDS. Mereka yakin RUU ini dipicu oleh semakin vokalnya komunitas gay Afrika.
"Ini masalah visibilitas," kata David Cato, seorang aktivis gay seperti dilansir harian Straits Times, Rabu (9/12/2009).
"Ketika kami menunjukkan jati diri kami dan meminta hak-hak kami, mereka membuat aturan untuk melawan kami," imbuhnya.
RUU ini mulai digagas di Uganda menyusul kunjungan para tokoh Kristen konservatif AS ke negeri itu. Mereka berkunjung untuk mengkampanyekan terapi bagi kaum gay untuk menjadi heteroseksual. Namun setidaknya satu dari para tokoh tersebut telah mengecam RUU tersebut. Begitu pula dengan para tokoh Kristen liberal dan konservatif lainnya di AS.
Menurut para aktivis hak-hak gay, RUU itu kemungkinan akan disahkan menjadi UU. Namun saat ini RUU tersebut masih dalam perdebatan dan bisa mengalami beberapa perubahan sebelum pengambilan keputusan.
(ita/iy)
Bahkan keluarga serta teman-teman dari para homoseksual juga bisa diancam dengan hukuman penjara maksimum 7 tahun jika mereka tidak melaporkan kaum gay itu ke pihak berwenang. Bukan cuma itu, para pemilik rumah juga bisa dibui karena menyewakan rumah pada para penyuka sesama jenis itu.
Para aktivis HAM gay di Uganda dan internasional sontak memprotes RUU tersebut. Menurut mereka, RUU tersebut mengandung kebencian dan bisa memundurkan upaya-upaya untuk memerangi penyakit HIV/AIDS. Mereka yakin RUU ini dipicu oleh semakin vokalnya komunitas gay Afrika.
"Ini masalah visibilitas," kata David Cato, seorang aktivis gay seperti dilansir harian Straits Times, Rabu (9/12/2009).
"Ketika kami menunjukkan jati diri kami dan meminta hak-hak kami, mereka membuat aturan untuk melawan kami," imbuhnya.
RUU ini mulai digagas di Uganda menyusul kunjungan para tokoh Kristen konservatif AS ke negeri itu. Mereka berkunjung untuk mengkampanyekan terapi bagi kaum gay untuk menjadi heteroseksual. Namun setidaknya satu dari para tokoh tersebut telah mengecam RUU tersebut. Begitu pula dengan para tokoh Kristen liberal dan konservatif lainnya di AS.
Menurut para aktivis hak-hak gay, RUU itu kemungkinan akan disahkan menjadi UU. Namun saat ini RUU tersebut masih dalam perdebatan dan bisa mengalami beberapa perubahan sebelum pengambilan keputusan.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tewas Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
