Obama: Turki Bisa Jadi Pemain Penting Dalam Isu Nuklir Iran
Selasa, 08/12/2009 16:32 WIB
AFP
Washington
Turki bisa menjadi "pemain penting" dalam menyelesaikan konflik atas program nuklir Iran. Hal itu disampaikan Presiden AS Barack Obama dalam pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Turki Tayyip Erdogan di Washington.
Sejak terpilih menjadi presiden, Obama telah berupaya mengajak pemerintah Iran berdialog mengenai program nuklirnya. Namun kini diingatkan Obama, waktu bagi Teheran untuk merespons tawaran AS kian habis. Obama bahkan mengindikasikan, sanksi-sanksi baru bisa diberlakukan jika Teheran tidak juga memberikan respons hingga akhir tahun ini.
Namun PM Erdogan menunjukkan keengganannya mengenai sanksi yang lebih berat terhadap Iran. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (8/12/2009).
Obama menekankan pentingnya menyelesaikan masalah nuklir Iran dengan cara mengizinkan Iran mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai dan memberikan jaminan bahwa program nuklir itu mematuhi aturan-aturan dan norma internasional.
"Saya percaya Turki bisa menjadi pemain penting dalam mencoba menggerakkan Iran menuju arat tersebut," tutur Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih usai pertemuan dengan PM Erdogan.
AS dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuding pemerintah Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran bersikeras membantahnya. Ditegaskan Teheran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/iy)
Sejak terpilih menjadi presiden, Obama telah berupaya mengajak pemerintah Iran berdialog mengenai program nuklirnya. Namun kini diingatkan Obama, waktu bagi Teheran untuk merespons tawaran AS kian habis. Obama bahkan mengindikasikan, sanksi-sanksi baru bisa diberlakukan jika Teheran tidak juga memberikan respons hingga akhir tahun ini.
Namun PM Erdogan menunjukkan keengganannya mengenai sanksi yang lebih berat terhadap Iran. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (8/12/2009).
Obama menekankan pentingnya menyelesaikan masalah nuklir Iran dengan cara mengizinkan Iran mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai dan memberikan jaminan bahwa program nuklir itu mematuhi aturan-aturan dan norma internasional.
"Saya percaya Turki bisa menjadi pemain penting dalam mencoba menggerakkan Iran menuju arat tersebut," tutur Obama dalam konferensi pers di Gedung Putih usai pertemuan dengan PM Erdogan.
AS dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuding pemerintah Iran diam-diam berupaya mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran bersikeras membantahnya. Ditegaskan Teheran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
